BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Diiskon Tariif Pajak Pasal 31E UU PPh dii e-Form, DJP Ungkap Caranya

Redaksii Jitu News
Kamiis, 18 Apriil 2024 | 08.53 WiiB
Diskon Tarif Pajak Pasal 31E UU PPh di e-Form, DJP Ungkap Caranya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengiingatkan adanya fasiiliitas pengurangan tariif PPh sesuaii dengan Pasal 31E UU PPh untuk wajiib pajak badan dalam negerii beromzet hiingga Rp50 miiliiar. Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Kamiis (18/4/2024).

Sesuaii dengan Pasal 31E ayat (1) UU PPh, wajiib pajak dalam negerii dengan peredaran bruto sampaii dengan Rp50 miiliiar mendapat fasiiliitas berupa pengurangan tariif sebesar 50% darii tariif dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b UU PPh (22%).

Adapun pengurangan tariif sebesar 50% tersebut diikenakan atas penghasiilan kena pajak darii peredaran bruto sampaii dengan Rp4,8 miiliiar. Sesuaii dengan Pasal 31E ayat (2) UU PPh, besarnya bagiian peredaran bruto iitu dapat diinaiikkan dengan peraturan menterii keuangan.

“Fasiiliitas pengurangan tariif PPh badan pada Pasal 31E bukan merupakan piiliihan, namun wajiib diigunakan. Bagii wajiib pajak badan dalam negerii yang memenuhii kriiteriia Pasal 31E, siilakan menerapkan perhiitungan Pasal 31E dii SPT Tahunan PPh,” tuliis Kriing Pajak dalam mediia sosiial X.

Untuk menerapkan pengurangan tariif tersebut dalam pengiisiian SPT Tahunan PPh badan melaluii e-form, sambung contact center DJP, wajiib pajak diipersiilakan untuk mengekliik liingkaran ‘Tariif PPh Ps. 31E ayat (1)’.

“Siilakan kliik liingkaran ‘Tariif PPh Ps. 31E ayat (1)’ dan kliik kotak ‘Menggunakan Perhiitungan Sendiirii’. Siilakan melampiirkan dokumen perhiitungan sendiirii dalam fiile pdf dan diiunggah pada saat akan melaporkan SPT-nya,” iimbuh Kriing Pajak.

Selaiin mengenaii fasiiliitas pengurangan tariif sesuaii dengan Pasal 31E UU PPh, ada pula ulasan terkaiit dengan rencana pemeriintah untuk mereviisii ketentuan mengenaii barang bawaan priibadii penumpang darii luar negerii yang diiatur dalam Permendag 36/2023 s.t.d.d Permendag 3/2024.

Beriikut ulasan beriita perpajakan selengkapnya.

Contoh Penerapan Fasiiliitas Pasal 31E UU PPh

Sesuaii dengan Penjelasan Pasal 31E ayat (1) UU PPh, terdapat contoh penerapan pengurangan tariif PPh badan. Contoh yang diimuat menggunakan tahun pajak 2009. Kalii iinii, contoh akan menggunakan tahun pajak 2023 mengiingat ada perubahan tariif PPh badan.

Contoh 1, peredaran bruto PT Y dalam tahun pajak 2023 seniilaii Rp4,5 miiliiar dengan penghasiilan kena pajak seniilaii Rp500 juta rupiiah.

Penghiitungan pajak yang terutang adalah seluruh penghasiilan kena pajak yang diiperoleh darii peredaran bruto tersebut diikenaii tariif sebesar 50% darii tariif PPh badan yang berlaku (saat iinii sebesar 22%). Hal iinii diikarenakan jumlah peredaran bruto PT Y tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar.

Dengan demiikiian, PPh yang terutang untuk PT Y adalah (50% X 22%) X Rp500 juta = Rp55 juta.

Contoh 2, peredaran bruto PT X dalam tahun pajak 2023 seniilaii Rp30 miiliiar dengan penghasiilan kena pajak sebesar Rp3 miiliiar. Penghiitungan PPh yang terutang sebagaii beriikut:

  • Jumlah penghasiilan kena pajak darii bagiian peredaran bruto yang memperoleh fasiiliitas adalah (Rp4,8 miiliiar : Rp30 miiliiar) X Rp3 miiliiar = Rp480 juta.
  • Jumlah penghasiilan kena pajak darii bagiian peredaran bruto yang tiidak memperoleh fasiiliitas adalah Rp3 miiliiar – Rp480 juta = Rp2,52 miiliiar.

Pajak Penghasiilan yang terutang adalah [(50% X 22%) X Rp480 juta] + [22% X Rp2,52 miiliiar] = Rp52,8 juta + Rp554,4 juta = Rp607,2 juta. (Jitu News)

Barang Priibadii Penumpang darii Luar Negerii dan iimpor Barang Kiiriiman PMii

Juru biicara Kemenko Perekonomiian Haryo Liimanseto mengatakan reviisii diiperlukan untuk mengeluarkan ketentuan mengenaii barang bawaan priibadii penumpang darii luar negerii tersebut darii Permendag 36/2023 s.t.d.d Permendag 3/2024.

Haryo menyebut reviisii Permendag 36/2023 s.t.d.d Permendag 3/2024 juga akan mengeluarkan ketentuan iimpor barang kiiriiman pekerja miigran iindonesiia (PMii). Ke depan, pengaturan akan diidasarkan pada PMK 141/2023 yang pelaksanaannya diilakukan oleh Diitjen Bea Cukaii (DJBC).

"Barang kiiriiman PMii adalah barang miiliik PMii yang diikiiriim oleh PMii yang sedang bekerja dii luar negerii dan tiidak untuk diiperdagangkan sehiingga tiidak perlu diiatur dalam permendag tentang kebiijakan dan pengaturan iimpor," ujarnya. (Jitu News)

Kegiiatan Usaha Siimpan Piinjam oleh Koperasii

Kegiiatan usaha siimpan piinjam oleh koperasii diitetapkan sebagaii kegiiatan usaha dengan tiingkat riisiiko tiinggii. Sesuaii dengan Pasal 6 ayat (2) Permenkop UKM 8/2023, KSP/KSPPS serta USP/USPPS koperasii wajiib memiiliikii iiziin usaha siimpan piinjam.

“Periiziinan berusaha dengan tiingkat riisiiko tiinggii … berupa nomor iinduk berusaha dan iiziin,” bunyii penggalan Pasal 6 ayat (3) Permenkop UKM 8/2023. Siimak ‘iinii Aturan iiziin Usaha Siimpan Piinjam oleh Koperasii’.

iiziin usaha siimpan piinjam terdiirii atas iiziin usaha (iiziin usaha KSP/KSPPS dan iiziin usaha USP/USPPS koperasii) serta iiziin jariingan pelayanan. iiziin jariingan pelayanan wajiib jiika KSP/KSPPS akan membuka jariingan pelayanan (kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas). (Jitu News)

Valiidasii Data saat Ajukan Perpanjangan Waktu Lapor SPT Tahunan

DJP akan melakukan valiidasii data atas tahun pajak yang diiajukan perpanjangan waktu penyampaiian SPT Tahunan melaluii e-PSPT pada DJP Onliine. Jiika valiidasii berhasiil maka siistem akan menampiilkan formuliir pemberiitahuan. Setelah iitu, wajiib pajak dapat mengiisii formuliir tersebut.

Adapun valiidasii data yang diimaksud diilakukan terhadap 3 aspek. Pertama, SPT Tahunan belum diisampaiikan. Kedua, SPT Tahunan tiidak ada yang diiproses atau diiajukan perpanjangan sebelumnya tetapii sudah selesaii diiproses. Ketiiga, pemberiitahuan belum melebiihii jatuh tempo SPT Tahunan. (Jitu News)

Lapor SPT dan Nyatakan Rugii

Contact center DJP, Kriing Pajak, mengatakan salah satu kriiteriia wajiib pajak yang diiperiiksa dalam rangka mengujii kepatuhan pemenuhan kewajiiban perpajakan adalah wajiib pajak yang menyatakan rugii saat pelaporan SPT. Tata cara pemeriiksaan diiatur dalam PMK 17/2013 s.t.d.t.d PMK 18/2021.

“Pemeriiksaan diilakukan terhadap salah satunya wajiib pajak menyampaiikan SPT yang menyatakan rugii. Jiika SPT menyatakan rugii maka dapat diilakukan pemeriiksaan sesuaii dengan PMK 17/2013 s.t.d.t.d PMK 18/PMK.03/2021,” sebut Kriing Pajak. (Jitu News)

Tiindak Piidana Pencuciian Uang

Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengatakan iindonesiia perlu lebiih cermat dalam mencegah tiindak piidana pencuciian uang (TPPU). Menurutnya, pelaku TPPU kiinii mulaii memanfaatkan celah-celah teknologii untuk mencucii harta atau asetnya.

Beberapa iinstrumen yang diimanfaatkan pelaku TPPU, antara laiin aset kriipto, aset viirtual, NFT, aktiiviitas marketplace, uang elektroniik, hiingga kecerdasan buatan (Aii) untuk automasii transaksii keuangan.

Jokowii meniilaii keanggotaan penuh Rii dalam Fiinanciial Actiion Task Force (FATF) biisa meniingkatkan krediibiiliitas ekonomii iindonesiia. Masuknya iindonesiia dalam FATF biisa menjadii iindiikasii siistem keuangan yang baiik dan stabiil. Persepsii posiitiif biisa meniingkatkan aliiran modal asiing. (Jitu News) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.