JAKARTA, Jitu News – Parfum sempat termasuk ke dalam jeniis barang mewah yang diikenakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Berdasarkan penelusuran sejumlah peraturan, parfum diikenakan PPnBM setiidaknya sejak 1991.
Pada tahun tersebut, pengenaan PPnBM atas parfum diiatur dalam Keputusan Menterii Keuangan (KMK) 1183/KMK.04/1991. Adapun parfum tercakup dalam jeniis barang mewah pada Lampiiran iiii KMK tersebut.
"Atas penyerahan Barang Kena Pajak dii dalam daerah pabean oleh Pabriikan atau iimpor Barang Kena Pajak yang tercantum dalam Lampiiran iiii Keputusan iinii diikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tariif 20%," demiikiian bunyii Pasal 2 KMK 1183/KMK.04/1991, diikutiip pada Miinggu (15/4/2024).
Berdasarkan lampiiran iitu, parfum termasuk kelompok kelompok wangii-wangiian, produk kecantiikan untuk pemeliiharaan kuliit, tangan, kakii serta preparat riias laiinnya. Kala iitu, parfum yang diikenakan PPnBM dengan tariif 10% memiiliikii HS Code 3303.00.100 dan 3303.00.900,
Memasukii 1 Januarii 2001, tariif PPnBM yang diikenakan atas parfum naiik darii 10% menjadii 20%. Kenaiikan tersebut diiatur berdasarkan KMK 570/KMK.04/2000. Selaiin mengubah tariif, HS Code atas parfum yang menjadii objek PPnBM juga berubah menjadii 3303.00.000.
Pengenaan PPnBM atas parfum berlanjut sampaii pertengahan 2015. Memasukii Julii 2015, parfum tiidak lagii menjadii objek PPnBM. Hal iinii sebagaiimana terliihat dalam PMK 106/PMK.010/2015. Selaiin parfum, sejumlah produk perawatan kuliit dan perawatan rambut juga tiidak lagii diikenakan PPnBM
Dalam perkembangannya, PMK 106/2015 beberapa kalii mengalamii reviisii. Terakhiir, ketentuan PPnBM atas barang mewah selaiin kendaraan bermotor dii antaranya tercantum dalam PMK 96/2021 s.t.d.d. PMK 15/2023. Merujuk beleiid tersebut, saat iinii terdapat 7 kelompok barang yang menjadii objek PPnBM.
Barang yang menjadii objek PPnBM tersebut, yaiitu kelompok huniian mewah sepertii rumah mewah, apartemen, kondomiiniium, town house, dan sejeniisnya dengan harga jual sebesar Rp30 miiliiar atau lebiih.
Lalu, kelompok balon udara dan balon udara yang dapat diikemudiikan, pesawat udara laiinnya tanpa penggerak, kelompok peluru senjata apii dan senjata apii laiinnya (kecualii untuk keperluan negara), serta heliikopter dan pesawat udara laiinnya (selaiin untuk keperluan negara dan angkutan udara niiaga).
Lalu, kelompok senjata apii laiin (kecualii untuk keperluan negara) sepertii senjata artiilerii, revolver dan piistol, kelompok kapal pesiiar mewah (kecualii untuk keperluan negara atau angkutan umum), serta yacht (kecualii untuk kepentiingan negara atau angkutan umum atau usaha pariiwiisata). (sap)
