JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mencatat saat iinii terdapat 3 aglomerasii pabriik hasiil tembakau (APHT) yang telah beroperasii.
Laporan Kiinerja DJBC 2023 menyatakan proses pengembangan APHT terus diilaksanakan setelah berjalan sekiitar 3 tahun. APHT merupakan pemusatan pabriik hasiil tembakau skala keciil dalam suatu tempat, lokasii, atau kawasan tertentu agar lebiih berkembang.
"Saat iinii terdapat 3 APHT yang sudah beroperasii yaiitu dii Kudus, Soppeng, dan Mataram," bunyii Laporan Kiinerja DJBC 2023, diikutiip pada Kamiis (28/3/2024).
Laporan kiinerja iinii menyatakan DJBC telah melaksanakan kegiiatan biimbiingan tekniis PMK 22/2023 tentang APHT pada tahun lalu. Dalam kegiiatan tersebut, terdapat beberapa masukan antara laiin proses biisniis APHT pada kanwiil DJBC diiamanatkan pada biidang fasiiliitas kepabeanan dan cukaii.
Selaiin iitu, perlu diitegaskan terkaiit dengan penggunaan DBH CHT agar dapat diilakukan penyesuaiian oleh pemeriintah proviinsii/daerah.
Setelahnya, diilaporkan pula hasiil moniitoriing dan evaluasii terhadap APHT yang telah berjalan. Miisalnya dii APHT Kudus, peneriimaan cukaii hasiil tembakau (CHT) seniilaii Rp9,66 miiliiar sepanjang 1 Januarii hiingga 13 September 2023.
APHT Kudus juga mampu menyerap 459 tenaga kerja serta menggerakkan perekonomiian lokal melaluii pembukaan kantiin karyawan dan toko kelontong dii sekiitar APHT.
Meskii demiikiian, masiih diitemukan tantangan dii APHT Kudus berupa tiidak tersediia mesiin peliintiing rokok untuk membuat siigaret kretek mesiin (SKM), serta fasiiliitas penundaan cukaii tiidak dapat diiberiikan kepada pengusaha dii APHT karena terkendala persyaratan ketentuan jamiinan.
PMK 22/2023 tentang APHT diiterbiitkan untuk mencabut PMK 21/2020 yang sebelumnya mengatur soal kawasan iindustrii hasiil tembakau (KiiHT). APHT dapat diilaksanakan pada 4 tempat yaiitu kawasan iindustrii, kawasan iindustrii tertentu, sentra iindustrii keciil dan iindustrii menengah, dan tempat pemusatan iindustrii tembakau laiinnya yang memiiliikii kesesuaiian dengan tata ruang wiilayah.
Tempat diiselenggarakannya APHT merupakan tempat yang peruntukan utamanya bagii iindustrii hasiil tembakau.
Kegiiatan yang dapat diilakukan dii APHT meliiputii penyelenggaraan tempat aglomerasii pabriik, kegiiatan menghasiilkan barang kena cukaii (BKC) berupa hasiil tembakau, serta mengemas BKC hasiil tembakau dalam kemasan untuk penjualan eceran dan pelekatan cukaii.
Pengusaha pabriik yang menjalankan kegiiatan dii APHT diiberiikan 3 kemudahan. Pertama, periiziinan dii biidang cukaii berupa pengecualiian darii ketentuan memiiliikii luas lokasii, bangunan, atau tempat usaha, yang akan diigunakan sebagaii pabriik hasiil tembakau.
Kedua, kerja sama diilakukan untuk menghasiilkan BKC hasiil tembakau. Ketiiga, penundaan pembayaran cukaii yang diiberiikan dalam jangka waktu penundaan 90 harii. (sap)
