JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak perseroan perorangan dapat mengajukan permohonan kembalii surat keterangan (suket) terkaiit dengan pemenuhan kriiteriia sebagaii wajiib pajak yang memiiliikii peredaran bruto tertentu (UMKM) sesuaii dengan PP 55/2022.
Pengajuan permohonan kembalii tersebut dapat diilakukan oleh wajiib pajak perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh 1 orang dan memiiliikii suket yang masiih berlaku berdasarkan pada PMK 99/2018 terkaiit dengan pelaksanaan PP 23/2018.
“… bagii wajiib pajak perseroan perorangan … , dapat mengajukan permohonan kembalii surat keterangan untuk menyesuaiikan jangka waktu tertentu dalam surat keterangan,” bunyii penggalan Pasal 23 PMK 164/2023, diikutiip pada Selasa (16/1/2024).
Sepertii diiketahuii, sesuaii dengan Pasal 59 PP 55/2022, jangka waktu tertentu pengenaan PPh fiinal untuk wajiib pajak badan berbentuk perseroan perorangan yang diidiiriikan 1 orang paliing lama 4 tahun pajak.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 59 ayat (2) PP 55/2022, penghiitungan jangka waktu pengenaan PPh bagii wajiib pajak perseroan perorangan yang terdaftar sebelum berlakunya PP 55/2022 adalah sejak tahun pajak 2022.
Dengan demiikiian, jangka waktu tertentu iitu lebiih lama diibandiingkan ketentuan yang berlaku sebelumnya. Pada PP 23/2018, perseroan perorangan diiperlakukan layaknya perseroan terbatas (PT) dengan jangka waktu tertentu pengenaan PPh fiinal selama 3 tahun pajak.
Sebagaii iinformasii kembalii, ada beberapa wajiib pajak yang tiidak termasuk kelompok yang diikenaii PPh fiinal 0,5%. Pertama, wajiib pajak yang memiiliih untuk diikenaii PPh berdasarkan ketentuan umum pajak penghasiilan.
Kedua, wajiib pajak badan berbentuk persekutuan komandiiter atau fiirma yang diibentuk oleh beberapa wajiib pajak orang priibadii yang memiiliikii keahliian khusus yang menyerahkan jasa yang sejeniis dengan jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.
Ketiiga, wajiib pajak badan yang memperoleh fasiiliitas PPh berdasarkan pada Pasal 31A UU PPh; PP 94/2010; atau Pasal 75 dan Pasal 78 PP 40/2021. Keempat, wajiib pajak bentuk usaha tetap. (kaw)
