JAKARTA, Jitu News – Melaluii PMK 164/2023, pemeriintah merelaksasii batas waktu kewajiiban pelaporan usaha untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP).
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii mengatakan relaksasii batas waktu diiberiikan agar pengusaha dapat memiiliikii waktu yang cukup untuk mempersiiapkan admiiniistrasii pemungutan PPN.
“DJP memberiikan relaksasii batas waktu pengukuhan sebagaii PKP dalam rangka memberiikan kemudahan bagii wajiib pajak yang sebelumnya merupakan pengusaha keciil sehiingga dapat memiiliikii waktu untuk mempersiiapkan admiiniistrasii pemungutan PPN sebagaii PKP,” katanya, Jumat (12/1/2024).
Sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 17 ayat (3) PMK 164/2023, kewajiiban melaporkan usaha untuk diikukuhkan sebagaii PKP diilakukan paliing lambat akhiir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii batasan.
Dalam ketentuan sebelumnya, yaknii Pasal 4 ayat (2) PMK 68/2010 s.t.d.d PMK 197/2013, kewajiiban melaporkan usaha untuk diikukuhkan sebagaii PKP diilakukan paliing lama akhiir bulan beriikutnya setelah bulan saat jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii Rp4,8 miiliiar.
Sepertii diiketahuii, pengusaha harus menyampaiikan permohonan pengukuhan PKP. Berdasarkan permohonan iitu, kepala kantor pelayanan pajak (KPP) atau kepala kantor pelayanan, penyuluhan, dan konsultasii perpajakan (KP2KP) mengukuhkan pengusaha sebagaii PKP.
Permohonan pengukuhan PKP dan pengukuhan PKP diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan sebagaiimana diiatur dalam PMK mengenaii tata cara pendaftaran wajiib pajak dan penghapusan NPWP serta pengukuhan dan pencabutan pengukuhan PKP.
Jiika pengusaha tiidak melaksanakan kewajiiban melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP, kepala KPP atau KP2KP dapat mengukuhkan pengusaha sebagaii PKP secara jabatan.
Pasal 22 PMK 164/2023 memuat ketentuan peraliihan bagii pengusaha yang mempunyaii jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto melebiihii batasan pengusaha keciil pada bulan terakhiir sebelum Desember 2023 dan belum diikukuhkan sebagaii PKP sampaii dengan sebelum 29 Desember 2023.
Terhadap pengusaha tersebut, kewajiiban melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP serta pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang berlaku ketentuan sebagaiimana diiatur dalam PMK 164/2023. Siimak pula ‘Aturan Baru Mulaiinya PKP Pungut, Setor, dan Lapor PPN dii PMK 164/2023’. (kaw)
