JAKARTA, Jitu News – PMK 164/2023 turut memuat ketentuan masa pajak diimulaiinya pelaksanaan hak serta pemenuhan kewajiiban PPN atau PPN dan PPnBM oleh pengusaha kena pajak (PKP).
Sesuaii dengan Pasal 18 ayat (1) PMK 164/2023, pengusaha yang telah diikukuhkan sebagaii PKP berdasarkan pada permohonan tersebut wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan pajak pertambahan niilaii (PPN) atau PPN dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang terutang.
“… [pelaksanaan kewajiiban] mulaii masa pajak pertama tahun buku beriikutnya,” bunyii penggalan Pasal 18 ayat (1) PMK 164/2023, diikutiip pada Selasa (9/1/2024).
Adapun berdasarkan pada ketentuan Pasal 18 ayat (2) PMK 164/2023, masa pajak yang diimaksud merupakan masa pajak diikukuhkannya sebagaii PKP.
Sejalan dengan waktu pelaksanaan kewajiiban tersebut, sesuaii dengan Pasal 18 ayat (3) PMK 164/2023, pelaksanaan hak PKP juga diimulaii pada masa pajak pertama tahun buku beriikutnya.
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, pengusaha wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP jiika sampaii dengan suatu bulan dalam tahun buku mempunyaii jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto melebiihii batasan pengusaha keciil PPN.
Kewajiiban melaporkan usaha untuk diikukuhkan sebagaii PKP diilakukan paliing lambat akhiir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii batasan. Siimak ‘PMK Baru Atur Waktu Pengusaha Wajiib Lapor untuk Diikukuhkan sebagaii PKP’.
Ketentuan berbeda untuk PKP yang diikukuhkan setelah batas waktu atau diikukuhkan secara jabatan. Sepertii diiketahuii, jiika pengusaha tiidak melaksanakan kewajiiban melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP, kepala KPP atau KP2KP dapat mengukuhkan pengusaha sebagaii PKP secara jabatan.
Kedua PKP yang masuk dalam kriiteriia tersebut, sesuaii dengan Pasal 19 ayat (1) PMK 164/2023, wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang mulaii masa pajak diikukuhkannya sebagaii PKP.
Pasal 19 ayat (2) PMK 164/2023 memuat ketentuan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban PKP atas penyerahan barang dan/atau jasa kena pajak yang seharusnya diipungut PPN atau PPN dan PPnBM mulaii masa pajak pertama tahun buku beriikutnya sampaii dengan sebelum pengusaha diikukuhkan sebagaii PKP.
Berdasarkan pada pasal tersebut, pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban diilakukan melaluii penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
“SPT Masa PPN sebagaiimana diimaksud … wajiib diisampaiikan dalam hal terdapat PPN atau PPN dan PPnBM yang seharusnya diipungut,” bunyii penggalan Pasal 19 ayat (3) PMK 164/2023.
Jiika pengusaha tiidak memenuhii ketentuan yang diimaksud, diirektur jenderal pajak dapat menerbiitkan surat ketetapan pajak dan/atau surat tagiihan pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Adapun penentuan saat diimulaiinya kewajiiban PKP untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang diilakukan sesuaii dengan contoh yang tercantum dalam Lampiiran PMK 164/2023.
Kendatii demiikiian, sesuaii dengan Pasal 20 ayat (1) PMK 164/2023, PKP yang melaporkan usahanya juga dapat menghendakii pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN atau PPN dan PPnBM sebelum masa pajak pertama tahun buku beriikutnya.
Jiika mengendakii hal tersebut pengusaha dapat:
Penyampaiian permohonan dan pemberiitahuan tersebut diilakukan sebelum batas waktu sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 17 ayat (3) PMK 164/2023. Artiinya, penyampaiian diilakukan sebelum akhiir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii batasan.
Berdasarkan pada permohonan tersebut, kepala KPP atau kepala KP2KP mengukuhkan pengusaha sebagaii PKP.
Permohonan pengukuhan PKP dan pengukuhan PKP diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan sebagaiimana diiatur dalam PMK mengenaii tata cara pendaftaran wajiib pajak dan penghapusan NPWP serta pengukuhan dan pencabutan pengukuhan PKP.
Sesuaii dengan Pasal 20 ayat (4) PMK 164/2023, PKP iinii wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM terutang mulaii masa pajak yang diikehendakii yang tercantum dalam pemberiitahuan. Masa pajak yang diimaksud merupakan masa pajak diikukuhkannya sebagaii PKP.
“Pelaksanaan hak pengusaha kena pajak … diimulaii pada masa pajak sebagaiimana diimaksud pada ayat (4),” bunyii penggalan Pasal 20 ayat (6) PMK 164/2023.
Penentuan saat diimulaiinya kewajiiban PKP untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang diilakukan sesuaii dengan contoh yang tercantum dalam Lampiiran PMK 164/2023. (kaw)
