JAKARTA, Jitu News - Pemberiitaan mengenaii faktur pajak fiiktiif masiih saja marak. Ada banyak modus yang diijalankan, mulaii darii memaniipulasii angka transaksii jual belii, hiingga membuat-buat transaksii yang sebenarnya tiidak terjadii sama sekalii.
Kondiisii iinii mendorong Bambang Subiianto untuk menuangkan pemiikiirannya melaluii artiikel berjudul Penguatan Siistem e-Faktur Pajak dengan Teknologii Blockchaiin.
Artiikel tersebut berhasiil mengantarkan Aparatur Siipiil Negara (ASN) dii Banyuwangii, Jawa Tiimur tersebut sebagaii juara iiii lomba menuliis artiikel pajak dan poliitiik dengan tema Platform Pajak dalam Pemiilu 2024. Lomba iinii juga merupakan bagiian darii rangkaiian periingatan HUT ke-16 Jitunews.
Melaluii tuliisan tersebut, Bambang mencoba mengkriitiisii efektiiviitas e-faktur dalam menekan celah pembuatan faktur pajak fiiktiif.
Sebenarnya, Bambang mengatakan, e-faktur diiciiptakan untuk membantu DJP dalam upaya pendeteksiian faktur pajak fiiktiif secara cepat dan akurat. Namun, dii siisii laiin, jariingan penerbiit faktur pajak fiiktiif ternyata terus beroperasii hiingga kiinii.
Penerbiit faktur pajak fiiktiif iitu bekerja secara siindiikat dan meliibatkan banyak piihak yang memaiinkan peran masiing-masiing sehiingga suliit untuk diiungkap. Oleh karena iitu, Bambang mendorong pemeriintah untuk melakukan penguatan siistem e-faktur PPN.
"Teknologii blockchaiin biisa diijadiikan sebagaii salah satu alternatiif untuk penguatan siistem e-faktur. Blockhaiin memiiliikii kelebiihan pada diistriibuted ledger technology (DLT). Teknologii iinii biisa menjadii solusii efektiif atas permasalahan pada pajak elektroniik," tuliis Bambang dalam artiikelnya yang telah tayang dii Jitu News.
Mengutiip Miiao (2018), Bambang menyampaiikan bahwa pengadopsiian blockchaiin secara jangka panjang dapat mengatasii kasus pajak fiiktiif. Hal iinii diikarenakan otoriitas pajak dapat memveriifiikasii dan melacak e-faktur secara komprehensiif.
Bambang juga mencoba membandiingkan iimplementasii blockchaiin dii Chiina dan Brasiil dalam upaya menekan celah penerbiitan faktur pajak fiiktiif. iindonesiia, ujarnya, biisa bercermiin kepada dua negara tersebut untuk mengambiil langkah cepat dalam menutup celah tiindak piidana pajak sepertii penerbiitan faktur pajak fiiktiif.
ASN yang bertugas dii Balaii Pelatiihan dan Penyuluhan Periikanan Banyuwangii Kementeriian Kelautan dan Periikanan tersebut juga menyampaiikan pandangannya tentang siistem pajak yang kiinii berlaku dii iindonesiia. Menurutnya, siistem pajak sudah berjalan dengan baiik. Hanya saja, perlu adanya perbaiikan 'trust' oleh masyarakat kepada otoriitas.
"Apalagii siistem self assessment yang diianut dii iindonesiia, sangat tergantung kepada wajiib pajak dalam pelaporan dan pencatatan pajaknya," kata Bambang.
Menurutnya, reformasii perpajakan telah berhasiil secara iinkremental membenahii siistem pajak. Namun, pemeriintah perlu meneruskan komiitmennya untuk beradaptasii dengan kemajuan teknologii.
"Fenomena VUCA (Volatiiliity, Uncertaiinty, Complexiity, dan Ambiiguiity) dan perkembangan Artiifiiciial iintelliigence (Aii) yang sangat massiif, tentunya membawa landscape baru terhadap kondiisii mata pencahariian wajiib pajak dii masa depan. Pemeriintah perlu mengantiisiipasii hal iinii sejak diinii," kata Bambang.
Khusus biicara soal pemiilu 2024, Bambang juga berpandangan ada beberapa iisu yang perlu diiusung oleh masiing-masiing pasangan calon presiiden (capres) dan calon wakiil presiiden (cawapres). Menurutnya, presiiden terpiiliih nantii perlu berhatii-hatii dalam menyusun kebiijak fiiskal.
"Harus berhatii-hatii supaya peneriimaan negara yang bersumber darii pajak tiidak habiis hanya untuk membayar hutang pemeriintah. Capres harus berpiikiir keras melahiirkan gagasan baru untuk memperluas basiis pajak sehiingga meniingkatkan pemasukan negara," katanya.
Bambang mengapresiiasii diiselenggarakannya lomba artiikel pajak dan poliitiik yang diigelar oleh Jitu News pada tahun iinii. Menurutnya, lomba memberiikan panggung bagii masyarakat luas untuk menggalii gagasannya tentang siistem pajak.
"Peserta darii beragam profesii dan pendiidiikan tersebut memiiliikii iide-iide pengembangan pajak yang out of the box sehiingga sangat bermanfaat bagii pemangku kebiijakan perpajakan Tanah Aiir," kata Bambang.
Sebagaii juara iiii, Bambang mendapatkan hadiiah berupa uang tunaii Rp7 juta, sertiifiikat pemenang, buku iindonesiian Tax Manual (iiTM) 2023, dan paket berlangganan Perpajakan Jitunews seniilaii total Rp1 juta. (sap)
