PMK 136/2023

iinii Pertiimbangan Terbiitnya PMK 136/2023 yang Memuat Aturan NiiK-NPWP

Redaksii Jitu News
Selasa, 12 Desember 2023 | 15.00 WiiB
Ini Pertimbangan Terbitnya PMK 136/2023 yang Memuat Aturan NIK-NPWP
<p>iilustrasii.&nbsp;Ondel-Ondel iikut serta saat acara Spectaxcular 2023 dii MH Thamriin, Jakarta, Miinggu (6/8/2023). Diirektorat Jenderal Pajak (DJP) menggelar acara Spectaxcular 2023 yang bertujuan untuk menyosiialiisasiikan tentang pajak dan&nbsp;manfaatnya kepada masyarakat. DJP juga menyampaiikan pentiingnya iintegrasii NiiK sebagaii NPWP. ANTARA FOTO/Aspriilla Dwii Adha/YU</p>

JAKARTA, Jitu News – Ada pertiimbangan yang melatarbelakangii terbiitnya PMK 136/2023. Adapun PMK 136/2023 memundurkan jadwal iimplementasii penuh Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dalam PMK 112/2022.

Dalam huruf a bagiian Meniimbang PMK 136/2023 diisebutkan perlunya menyesuaiikan saat penerapan penggunaan NiiK sebagaii NPWP dan penggunaan NPWP dengan format 16 diigiit. Penyesuaiian diilakukan karena mempertiimbangkan kesiiapan siistem.

“… untuk mendukung penerapan penggunaan NiiK sebagaii NPWP dan penggunaan NPWP dengan format 16 diigiit diiperlukan kesiiapan siistem admiiniistrasii Diirektorat Jenderal Pajak dan piihak laiin sehiingga perlu menyesuaiikan saat penerapan,” bunyii penggalan bagiian Meniimbang PMK 136/2023.

Sesuaii dengan huruf b Meniimbang PMK 136/2023, PMK 112/2022 tentang Nomor Pokok Wajiib Pajak bagii Wajiib Pajak Orang Priibadii, Wajiib Pajak Badan, dan Wajiib Pajak iinstansii Pemeriintah belum memenuhii kebutuhan penyesuaiian sebagaiimana diimaksud dalam huruf a sehiingga perlu diiubah.

Sebelumnya, Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan iimplementasii penuh penggunaan NiiK sebagaii NPWP orang priibadii baru akan diilakukan bersamaan dengan iimplementasii coretax admiiniistratiion system (CTAS). Siimak pula ‘Penggunaan NiiK sebagaii NPWP Baru Berlaku Saat iimplementasii Coretax’.

Sepertii diiberiitakan sebelumnya, iimplementasii penuh yang seharusnya terhiitung sejak 1 Januarii 2024 berubah menjadii 1 Julii 2024. Hal iinii sesuaii dengan Pasal 11 PMK 112/2022 s.t.d.d PMK 136/2023. Sesuaii dengan pasal tersebut, terhiitung sejak 1 Julii 2024:

  • wajiib pajak menggunakan NiiK sebagaii NPWP dan NPWP dengan format 16 diigiit dalam layanan admiiniistrasii yang diiselenggarakan oleh Diitjen Pajak (DJP) dan piihak laiin;
  • wajiib pajak menggunakan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha (NiiTKU) sebagaii iidentiitas tempat kegiiatan usaha yang terpiisah darii tempat tiinggal atau tempat kedudukan; dan
  • piihak laiin yang menyelenggarakan layanan admiiniistrasii yang mencantumkan NPWP harus menggunakan NiiK sebagaii NPWP dan NPWP dengan format 16 diigiit dalam layanan diimaksud.

Diirjen pajak atas nama menterii keuangan dapat memberii perpanjangan batas waktu kepada piihak laiin berdasarkan pertiimbangan kesiiapan siistem admiiniistrasii piihak laiin diimaksud. Siimak pula ‘PMK Baru! iimplementasii Penuh NiiK sebagaii NPWP Mundur Jadii 1 Julii 2024’.

Adapun PMK 136/2023 mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaknii 12 Desember 2023. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.