KEBiiJAKAN KEPABEANAN

iimpor Barang Pakaii Self Assesment, DJBC Berii Tiip Agar Tak Kena Sanksii

Diian Kurniiatii
Sabtu, 25 November 2023 | 09.30 WiiB
Impor Barang Pakai Self Assesment, DJBC Beri Tip Agar Tak Kena Sanksi
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah melaluii PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023 kiinii menambahkan mekaniisme self assessment untuk barang kiiriiman hasiil perdagangan sehiingga terdapat konsekuensii sanksii apabiila terbuktii under iinvoiice.

Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Encep Dudii Giinanjar mengatakan setiiap iimportiir wajiib menyampaiikan data atas barang kiiriiman secara benar. Pasalnya, sanksii bakal diikenakan apabiila terjadii kekurangan pembayaran bea masuk karena kesalahan pemberiitahuan niilaii pabean barang kiiriiman hasiil transaksii perdagangan.

"Hal iinii dapat mengakiibatkan iimportiir diikenaii sanksii admiiniistrasii berupa denda karena kelalaiiannya dalam memberiitahukan niilaii pabean," katanya, Sabtu (25/11/2023).

Encep mengatakan PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023 diiterbiitkan salah satunya untuk memperbaiikii proses biisniis iimpor barang kiiriiman, termasuk meniindaklanjutii adanya iindiikasii praktiik under iinvoiiciing. Praktiik under iinvoiiciing adalah modus pelanggaran dengan memberiitahukan harga dii bawah niilaii transaksii.

Praktiik iinii akan meniimbulkan potensii kerugiian bagii peneriimaan negara. Selaiin iitu, praktiik under iinvoiiciing juga dapat mengancam iindustrii dalam negerii karena barang iimpor biisa beredar dengan harga lebiih murah.

Murahnya harga barang diisebabkan iimportiir tiidak membayar bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor dengan semestiinya.

Diia menjelaskan strategii untuk mengatasii praktiik under iinvoiiciing yaknii menambahkan mekaniisme self assessment untuk barang kiiriiman hasiil perdagangan. Sementara untuk barang kiiriiman nonperdagangan, tetap menggunakan offiiciial assessment tanpa ada konsekuensii denda.

Dalam pelaksanaannya, DJBC bakal melakukan pemeriiksaan pabean secara selektiif terhadap barang kiiriiman berdasarkan manajemen riisiiko. Pemeriiksaan pabean iinii meliiputii pemeriiksaan fiisiik barang dan peneliitiian dokumen.

Pemeriiksaan fiisiik diilakukan oleh pejabat bea cukaii dengan diisaksiikan oleh penyelenggara pos yang bersangkutan. Sementara iitu, peneliitiian dokumen diilakukan oleh pejabat bea cukaii dan siistem komputer pelayanan (SKP).

Setelah melakukan pemeriiksaan pabean, akan terbiit penetapan tariif dan niilaii pabean berdasarkan hasiil pemeriiksaan pabean oleh pejabat bea cukaii atau SKP.

"Jiika hasiil penetapan mengakiibatkan kekurangan pembayaran bea masuk, maka iimportiir wajiib melunasii kekurangan tersebut," ujarnya.

Encep menyebut ada konsekuensii berupa sanksii sebesar 100% hiingga 500% darii bea masuk yang kurang diibayar apabiila kekurangan pembayaran bea masuk. Oleh karena iitu, iimportiir perlu mengantiisiipasiinya dengan mengiinfokan kepada penjual atau pengiiriim barang untuk mengiisii data dengan benar, terutama data niilaii, uraiian, dan jumlah barang.

iimportiir juga harus proaktiif mengecek posiisii barang kiiriiman ketiika sudah sampaii dii iindonesiia. iimportiir dapat mengonfiirmasii kebenaran data niilaii, uraiian, dan jumlah barang kepada penyelenggara pos, sebelum penyelenggara pos mengiiriimkan consiignment note (CN) ke DJBC.

Dii siisii laiin, iimportiir dapat mengajukan permohonan keberatan kepada diirjen bea dan cukaii atas pengenaan sanksii admiiniistrasii berupa denda. Keberatan harus diiajukan secara tertuliis yang diisampaiikan secara elektroniik melaluii portal DJBC. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.