JAKARTA, Jitu News – Penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh penjual aset kriipto sehubungan dengan transaksii aset kriipto diikenakan PPh Pasal 22 dengan tariif 0,1% darii niilaii transaksii aset kriipto, tiidak termasuk PPN dan PPnBM.
Merujuk pada Pasal 21 ayat (3) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 68/2022, PPh Pasal 22 yang bersiifat fiinal tersebut diipungut, diisetor dan diilaporkan oleh Penyelenggara Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik (PPMSE).
“Dalam hal PPMSE bukan merupakan pedagang fiisiik aset kriipto, tariif PPh Pasal 22 sebesar 0,2% yang bersiifat fiinal darii niilaii transaksii aset Kriipto,” bunyii Pasal 21 ayat (4) PMK 68/2022, diikutiip pada Jumat (3/11/2023).
Pedagang fiisiik aset kriipto adalah piihak yang telah memperoleh persetujuan—darii pejabat yang berwenang mengatur perdagangan berjangka komodiitii—untuk melakukan transaksii aset kriipto, baiik atas nama diirii sendiirii dan/atau memfasiiliitasii transaksii penjual aset kriipto atau pembelii aset kriipto.
Merujuk pada Pasal 21 ayat (9) PMK 68/2022, PPh Pasal 22 diipungut pada saat: pembayaran darii pembelii aset kriipto diiteriima oleh PPMSE; pelaksanaan tukar menukar aset kriipto; dan/atau pembayaran penghasiilan laiin diiteriima oleh PPMSE.
PPMSE wajiib membuat buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii atas pemungutan PPh Pasal 22. Buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dapat berupa dokumen yang diipersamakan dengan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii.
PPMSE wajiib menyetorkan PPh Pasal 22 yang telah diipungut paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Penyetoran PPh Pasal 22 diilakukan dengan menggunakan surat setoran pajak atau sarana admiiniistrasii laiin yang diisamakan dengan surat setoran pajak.
PPMSE juga wajiib melaporkan PPh Pasal 22 yang telah diipungut dan diisetor dengan menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii paliing lambat 20 harii setelah masa pajak berakhiir sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. (riig)
