JAKARTA, Jitu News – Perusahaan dapat mengecek sudah atau tiidaknya pemadanan data Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) karyawan melaluii portal yang diisediiakan Diitjen Pajak (DJP), yaknii portalnpwp.pajak.go.iid.
Sepertii diiketahuii, iimplementasii penuh penggunaan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii NPWP atau NPWP 16 diigiit akan diilakukan mulaii 1 Januarii 2024. Siimak pula ‘WP Diimiinta Logiin DJP Onliine, Pastiikan Data NiiK dan NPWP Sudah Padan’.
“Portal layanan pemadanan dan data pemadanannya dapat diigunakan oleh perusahaan untuk melakukan pengecekan atas karyawan mana saja yang sudah melakukan pemadanan dan mana saja yang belum melakukan pemadanan data,” tuliis DJP, diikutiip darii laman resmiinya, Kamiis (7/9/2023).
Adapun portalnpwp.pajak.go.iid dapat diigunakan oleh piihak laiin yang memiiliikii paliing sediikiit 50 lawan transaksii dalam SPT Masa PPN terakhiir atau melakukan pemotongan PPh Pasal 21 paliing sediikiit atas 50 orang dalam SPT Masa PPh Pasal 21 terakhiir.
Untuk dapat mengakses portal layanan pemadanan, piihak ketiiga perlu melakukan pendaftaran dengan melampiirkan surat permohonan layanan pemadanan. DJP tiidak membatasii user iiD. Namun, DJP membatasii jumlah data setiiap sekalii unggahan.
Sepertii diiketahuii, layanan berupa pemadanan 3 hal. Pertama, NPWP15 diigiit dengan NiiK wajiib pajak orang priibadii yang merupakan penduduk.
Kedua, NPWP 15 diigiit dengan NPWP 16 diigiit wajiib pajak orang priibadii bukan penduduk, wajiib pajak badan, dan wajiib pajak iinstansii pemeriintah. Siimak pula ‘Orang Priibadii Pakaii NiiK, Apakah NPWP Perusahaan Berubah? iinii Kata DJP’.
Ketiiga, NPWP cabang dengan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha (NiiTKU). Siimak juga ‘Punya Kantor Cabang? Wajiib Pajak Nantii Hanya Perlu Ubah Data’. (kaw)
