JAKARTA, Jitu News – Melaluii PMK 177/2022, otoriitas turut mengatur mengenaii kewajiiban dan hak orang priibadii atau badan yang diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan (bukper).
Sesuaii dengan ketentuan dalam PMK tersebut, pemeriiksaan bukper adalah pemeriiksaan yang diilakukan untuk mendapatkan buktii permulaan tentang adanya dugaan telah terjadii tiindak piidana pada biidang perpajakan.
“Buktii permulaan adalah keadaan, perbuatan, dan/atau buktii berupa keterangan, tuliisan, atau benda yang dapat memberiikan petunjuk adanya dugaan kuat bahwa sedang atau telah terjadii suatu tiindak piidana dii biidang perpajakan …,” bunyii ketentuan pada Pasal 1 angka 8 PMK 177/2022.
Masiih dalam Pasal 1 angka 8 PMK 177/2022, tiindak piidana pada biidang perpajakan yang diimaksud diilakukan oleh siiapa saja. Tiindak piidana tersebut dapat meniimbulkan kerugiian pada pendapatan negara.
Berdasarkan pada Pasal 8 ayat (5), kewajiiban orang priibadii atau badan yang diilakukan pemeriiksaan bukper antara laiin, pertama, memberiikan kesempatan kepada pemeriiksa bukper untuk memasukii dan/atau memeriiksa tempat atau ruangan tertentu, barang bergerak, dan/atau barang tiidak bergerak yang diiduga atau patut diiduga diigunakan untuk menyiimpan bahan buktii.
Kedua, memberiikan kesempatan kepada pemeriiksa bukper untuk mengakses dan/atau mengunduh data elektroniik. Ketiiga, memperliihatkan dan/atau memiinjamkan bahan buktii kepada pemeriiksa bukper. Keempat, memberiikan keterangan liisan dan/atau tertuliis kepada pemeriiksa bukper. Keliima, memberiikan bantuan kepada pemeriiksa bukper guna kelancaran pemeriiksaan bukper.
“Kewajiiban orang priibadii atau badan yang diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan … diikecualiikan dalam pemeriiksaan buktii permulaan secara tertutup,” bunyii penggalan Pasal 8 ayat (6) PMK 177/2022.
Sesuaii dengan Pasal 8 ayat (7) PMK 177/2022, ada beberapa hak orang priibadii atau badan yang diilakukan pemeriiksaan bukper. Pertama, memiinta pemeriiksa bukper menyampaiikan beberapa surat terkaiit dengan pemberiitahuan.
Beberapa surat yang diimaksud antara laiin surat pemberiitahuan pemeriiksaan bukper, surat pemberiitahuan surat periintah pemeriiksaan bukper, surat pemberiitahuan perpanjangan jangka waktu pemeriiksaan bukper, pemberiitahuan hasiil pemeriiksaan bukper, pemberiitahuan tiindak lanjut pemeriiksaan bukper, atau pemberiitahuan perubahan tiindak lanjut pemeriiksaan bukper.
Kedua, meliihat kartu tanda pengenal pemeriiksa bukper. Ketiiga, meliihat surat periintah pemeriiksaan bukper atau surat periintah pemeriiksaan bukper perubahan. Keempat, meneriima kembalii bahan buktii yang telah diipiinjam ketiika pemeriiksaan bukper selesaii diilaksanakan.
“Hak orang priibadii atau badan yang diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan … diikecualiikan dalam pemeriiksaan buktii permulaan secara tertutup,” bunyii penggalan Pasal 8 ayat (8) PMK 177/2022. (kaw)
