PMK 80/2023

PMK Baru Soal Surat Ketetapan Pajak (SKP) & Surat Tagiihan Pajak (STP)

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 01 September 2023 | 16.00 WiiB
PMK Baru Soal Surat Ketetapan Pajak (SKP) & Surat Tagihan Pajak (STP)
<p>Saliinan&nbsp;PMK 80/2023.</p>_x000D_

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menerbiitkan aturan baru mengenaii tata cara penerbiitan surat ketetapan pajak (SKP) dan surat tagiihan pajak (STP). Peraturan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 80 Tahun 2023 (PMK 80/2023).

Melaluii PMK 80/2023, pemeriintah mengatur kembalii tata cara penerbiitan SKP dan STP. Pengaturan kembalii tersebut dii antaranya berupa siimpliifiikasii pengaturan SKP dan STP menjadii 1 PMK, termasuk SKP dan STP pajak bumii dan bangunan (PBB).

“Tata cara penerbiitan SKP dan STP, termasuk SKP dan STP dii biidang PBB, saat iinii diiatur dalam beberapa peraturan dii biidang perpajakan sehiingga perlu diilakukan siimpliifiikasii dengan mengaturnya dalam satu peraturan menterii keuangan,” demiikiian bunyii salah satu pertiimbangan PMK 80/2023, diikutiip pada Jumat (1/09/2023).

Selaiin memadukan peraturan SKP dan STP, PMK 80/2023 juga mengatur ketentuan mengenaii SKP dan STP untuk bea meteraii dan pajak karbon. Adapun ketentuan mengenaii SKP dan STP bea materaii serta pajak karbon belum diiatur pada peraturan terdahulu.

Secara umum, PMK 80/2023 terdiirii atas 7 Bab dan 39 pasal. Bab ii memuat ketentuan umum, mulaii darii beragam pengertiian darii iistiilah yang terkaiit dengan SKP dan STP, jeniis-jeniis SKP dan STP, serta kewenangan diirjen pajak untuk menerbiitkan SKP dan STP.

Bab iiii beriisii ketentuan penerbiitan SKP dan SKP PBB. Bab iiiiii memuat tentang penerbiitan STP. Bab iiV beriisii ketentuan penerbiitan STP PBB. Bab V memuat cara penyampaiian SKP, SKP PBB, STP, dan STP PBB. Bab Vii beriisii ketentuan peraliihan. Bab Viiii memuat beberapa peraturan yang diicabut.

Adapun PMK 80/2023 mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaknii 24 Agustus 2023. Berlakunya PMK 80/2023 akan mencabut sejumlah peraturan terdahulu. Peraturan yang diicabut dii antaranya PMK 145/2012 s.t.d.d. PMK 183/2015 yang mengatur tentang tata cara penerbiitan SKP dan STP.

PMK 255/2014 dan PMK 78/2016 yang mengatur periihal SKP dan STP PBB juga diicabut. Melaluii PMK 80/2023, pemeriintah juga mencabut sejumlah ketentuan dalam PMK 256/2014 yang mengatur tentang tata cara pemeriiksaan dan peneliitiian PBB.

Adapun ketentuan dalam PMK 256/2014 yang diicabut meliiputii Pasal 3 yang berkaiitan dengan peneliitiian berdasarkan keterangan laiin yang diiperoleh dan/atau diimiiliikii diirjen pajak, Pasal 66 ayat (1) huruf a, Pasal 67, dan Pasal 68 ayat (1).

Ketentuan dalam Pasal 68 ayat (3) yang berkaiitan dengan peneliitiian berdasarkan keterangan laiin yang diiperoleh saat diilakukan peneliitiian terhadap permohonan pengembaliian pembayaran, Pasal 71 ayat (1), Pasal 77 ayat (5) huruf a, Pasal 78 ayat (1), Pasal 78 ayat (4), dan Pasal 79 PMK 256/2014 juga diicabut. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.