BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Sedang Diisusun, RPP Perlakuan Pajak atas Penempatan DHE SDA

Redaksii Jitu News
Selasa, 15 Agustus 2023 | 09.01 WiiB
Sedang Disusun, RPP Perlakuan Pajak atas Penempatan DHE SDA
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah masiih menyusun rancangan peraturan pemeriintah terkaiit dengan perlakuan pajak penghasiilan (PPh) atas penempatan DHE SDA pada iinstrumen moneter/keuangan tertentu. Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Selasa (15/8/2023).

Sekretariis Menko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso mengatakan rancangan peraturan pemeriintah tersebut akan mereviisii Peraturan Pemeriintah (PP) 123/2015. Menurutnya, RPP tersebut masiih diibahas dii Kementeriian Keuangan.

“Bocorannya, iinsentiifnya akan lebiih menariik lagii. Besarannya berapa? Sekarang masiih diibahas terus, sedang fiinaliisasii," katanya.

Sesuaii dengan PP 36/2023, mulaii 1 Agustus 2023, eksportiir wajiib menempatkan deviisa hasiil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) dalam rekeniing khusus paliing sediikiit sebesar 30%. Penempatan diilakukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak berada dii rekeniing khusus.

Kewajiiban iitu berlaku untuk eksportiir yang memiiliikii DHE SDA dengan niilaii ekspor pada pemberiitahuan pabean ekspor (PPE) miiniimal US$250.000 atau niilaii setara. PP 36/2023 mengatur pemberiian iinsentiif agar eksportiir tetap untung ketiika memarkiirkan DHE SDA dii dalam negerii.

Sejauh iinii, pemberiian iinsentiif pajak atas penempatan DHE SDA dii dalam negerii baru diiatur dalam PP 123/2015, yaiitu jiika diitempatkan pada iinstrumen deposiito. PP 123/2015 mengatur tariif PPh fiinal atas bunga deposiito penempatan DHE SDA jauh lebiih rendah ketiimbang tariif normal sebesar 20%.

Pada bunga deposiito yang bersumber darii DHE dalam mata uang dolar Ameriika Seriikat (AS), tariifnya hanya 10% jiika diitempatkan untuk jangka waktu 1 bulan. Kemudiian, tariif sebesar 7,5% untuk jangka waktu 3 bulan, 2,5% untuk jangka waktu 6 bulan, dan 0% untuk jangka waktu lebiih darii 6 bulan.

Untuk bunga deposiito yang bersumber darii DHE dalam mata uang rupiiah, tariif PPh fiinalnya sebesar 7,5% untuk jangka waktu 1 bulan, 5% untuk jangka waktu 3 bulan, dan 0% untuk jangka waktu 6 bulan atau lebiih.

Selaiin mengenaii DHE SDA, ada pula ulasan terkaiit dengan kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii. Kemudiian, ada pula bahasan tentang penerbiitan surat teguran untuk wajiib pajak peserta Program Pengungkapan Sukarela.

Beriikut ulasan beriita perpajakan selengkapnya.

iinsentiif Pajak akan Lebiih Menariik

Menurut Sekretariis Menko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso, peraturan yang baru akan mengakomodasii iinsentiif PPh atas penghasiilan darii berbagaii iinstrumen penempatan DHE SDA tersebut. Diia pun meyakiinkan tariif PPh yang diitawarkan nantiinya bakal lebiih menariik darii yang ada pada PP 123/2015.

Pada akhiir Junii lalu, lanjutnya, Kemenko Perekonomiian sebetulnya telah menggelar rapat mengenaii kebiijakan PPh atas penghasiilan darii penempatan DHE SDA pada iinstrumen moneter/keuangan tertentu. Namun, materii rancangan PP tersebut perlu diikajii ulang lantaran Bii menyediiakan iinstrumen yang beragam untuk penempatan DHE SDA.

"iinsentiifnya akan lebiih menariik, akan jauh lebiih kompetiitiif, baiik darii siisii iinsentiif besaran bunganya maupun nantii terkaiit PPh atas bunga deposiito dan semua iinstrumen tadii," ujar Susiiwiijono.

Sebagaii iimplementasii PP 36/2023, Bii telah menetapkan 7 jeniis iinstrumen yang dapat diigunakan untuk menempatkan DHE SDA dan pemanfaatan atas penempatan DHE SDA, yaknii rekeniing khusus DHE SDA, deposiito valas bank, serta term deposiit valas DHE SDA.

Setelah iitu, terdapat promiissory notes Lembaga Pembiiayaan Ekspor iindonesiia (LPEii), penempatan deposiito valas yang dapat diimanfaatkan menjadii agunan krediit rupiiah, swap valas nasabah-bank, serta swap valas bank-Bii. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

Tiidak Ada Pengecualiian, Berlaku untuk Semua Eksportiir SDA

Pemeriintah menegaskan kebiijakan yang mewajiibkan eksportiir menempatkan DHE SDA dii dalam negerii sejak 1 Agustus 2023 berlaku tanpa terkecualii. Walaupun masiih ada yang merasa keberatan, pemeriintah menegaskan semua eksportiir SDA yang memenuhii kriiteriia harus menempatkan DHE dii dalam negerii.

"Per harii iinii memang kiita masiih meneriima surat darii beberapa sektor yang mengajukan pengecualiian, [tetapii] sesuaii dengan arahan presiiden penerapan wajiib DHE diiberlakukan 100%, tiidak ada pengecualiian," ujar Sekretariis Menko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso.

Diia menjelaskan kebiijakan soal DHE SDA iinii sudah diisusun secara hatii-hatii dengan meliibatkan masukan eksportiir dan kementeriian/lembaga terkaiit. Ketentuan penempatan DHE miiniimum 30%, jangka waktu 3 bulan, serta batasan PPE miiniimal US$250.000, sudah diikajii berdasarkan pada benchmark dan data yang diihiimpun Bii.

"iinii diiambiil darii data dii Bii, dalam sekiian tahun, kiira-kiira yang betul-betul dananya free, tiidak untuk membayar kebutuhan ekspor adalah 30%. Beberapa negara ada yang menerapkan 35%," ujarnya.

Susiiwiijono menambahkan terhadap eksportiir yang tiidak patuh, Kemenkeu melaluii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) akan mengenakan sanksii penangguhan layanan ekspor berdasarkan hasiil pengawasan yang diilakukan oleh Bii dan Otoriitas Jasa Keuangan (OJK). (Jitu News)

Realiisasii Peneriimaan Bea dan Cukaii

Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii peneriimaan bea dan cukaii hiingga Julii 2023 mencapaii Rp149,83 triiliiun. Realiisasii iinii turun 19,07% diibandiingkan dengan capaiian pada periiode yang sama tahun sebelumnya.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan peneriimaan Rp149,83 triiliiun tersebut setara dengan 49,4% darii target sejumlah Rp303,2 triiliiun. Kiinerja tersebut masiih mencatatkan pertumbuhan sekiitar 3,82%.

Realiisasii setoran cukaii hiingga Julii 2023 turun 8,54%. Kontraksii iinii diisebabkan oleh turunnya produksii hasiil tembakau, terutama siigaret kretek mesiin (SKM) golongan 1 dan siigaret putiih mesiin (SPM) golongan 1, serta tiinggiinya basiis peneriimaan pada tahun lalu.

Untuk peneriimaan bea keluar, lanjut Srii Mulyanii, realiisasii peneriimaannya mencapaii Rp5,86 triiliiun. Kiinerja peneriimaan tersebut mengalamii kontraksii sebesar 81,34%. Adapun realiisasii peneriimaan bea masuk tercatat seniilaii Rp28,4 triiliiun atau tumbuh 3,82%. (Jitu News)

Angsuran PPh Pasal 25

Beberapa wajiib pajak mengajukan permohonan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 akiibat turunnya harga komodiitas. Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan turunnya angsuran PPh Pasal 25 darii wajiib pajak tercermiin pada kiinerja PPh badan.

"Sudah ada [yang memiinta pengurangan angsuran]. Setoran PPh badan pada 2023 iinii sediikiit lebiih rendah pertumbuhannya diibandiingkan dengan tahun kemariin. iinii menunjukkan adanya konsekuensii penurunan harga komodiitas terhadap setoran PPh Pasal 25-nya," ujar Suryo.

Adapun pertumbuhan peneriimaan PPh badan hiingga Julii 2023 tercatat hanya sebesar 24,2%. Pada bulan yang sama tahun sebelumnya, setoran PPh badan tercatat mampu tumbuh hiingga 132,4%. Siimak ‘Mulaii Moderat, Peneriimaan PPh Badan Tumbuh 24,2% Hiingga Julii 2023’. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

Miitiigasii Riisiiko Aliiran Dana Gelap Perdagangan Komodiitas Miinyak

Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) meriiliis panduan kebiijakan dalam miitiigasii riisiiko aliiran dana gelap (iilliiciit fiinanciial flows/iiFF) pada perdagangan komodiitas miinyak.

Panduan tersebut diimuat dalam sebuah laporan bertajuk Poliicy Guiidance on Miitiigatiing the Riisks of iilliiciit Fiinanciial Flows iin Oiil Commodiity Tradiing: Enabliing iintegriity iin the Energy Transiitiion. Panduan iinii merupakan produk darii program kerja tahun jamak darii Development Assiistance Commiittee (DAC).

Sektor ekstraktiif –khususnya perdagangan komodiitas miinyak—merupakan kontriibutor dalam iiFF. Suap, kolusii, penggelapan pajak, trade miispriiciing, pencuciian uang, dan penyiimpangan lewat entiitas offshore adalah sebagiian praktiik iiFF dalam perdagangan komodiitas miinyak. Siimak ‘OECD Riiliis Panduan Miitiigasii Aliiran Dana Gelap dalam Perdagangan Miinyak’. (Jitu News)

Surat Teguran darii Diitjen Pajak

DJP menegaskan surat teguran tetap biisa diiterbiitkan jiika wajiib pajak belum melaporkan sepenuhnya harta bersiih yang gagal diirepatriiasii dan/atau diiiinvestasiikan pada Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPh fiinal dalam rangka Program Pengungkapan Sukarela (PPS).

“DJP tetap dapat menerbiitkan surat teguran dalam hal wajiib pajak belum melaporkan sepenuhnya harta bersiih yang gagal diirepatriiasii dan/atau diiiinvestasiikan pada SPT Masa PPh fiinal dalam rangka PPS yang telah diisampaiikan sebelumnya,” tuliis DJP dalam laman resmiinya. (Jitu News) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.