PP 35/2023

PP 35 Tahun 2023 Muat Panduan Soal Pemberiian iinsentiif Pajak Daerah

Muhamad Wiildan
Jumat, 23 Junii 2023 | 17.00 WiiB
PP 35 Tahun 2023 Muat Panduan Soal Pemberian Insentif Pajak Daerah
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Peraturan Pemeriintah (PP) 35/2023 turut mengatur mekaniisme pemberiian iinsentiif pajak daerah kepada wajiib pajak.

Kepala daerah dapat memberiikan iinsentiif fiiskal kepada pelaku usaha dii daerahnya guna mendukung kebiijakan kemudahan beriinvestasii. iinsentiif biisa diiberiikan, baiik berdasarkan permohonan wajiib pajak ataupun secara jabatan oleh kepala daerah.

"iinsentiif fiiskal ... berupa pengurangan, keriinganan, dan pembebasan, atau penghapusan atas pokok pajak, pokok retriibusii, dan/atau sanksiinya," bunyii Pasal 99 ayat (2) PP 35/2023, diikutiip pada Jumat (23/6/2023).

Terdapat beberapa pertiimbangan iinsentiif fiiskal diiberiikan kepala daerah. Pertama, kemampuan membayar wajiib pajak. Kedua, objek pajak terkena bencana alam, kebakaran, atau sebab laiin yang berada dii luar kesengajaan wajiib pajak.

Untuk poiin pertama dan kedua iinii, pemberiian iinsentiif fiiskal kepada wajiib pajak diilakukan dengan memperhatiikan beberapa faktor antara laiin kepatuhan pembayaran dan pelaporan oleh wajiib pajak selama 2 tahun terakhiir.

Kemudiian, kesiinambungan usaha wajiib pajak, kontriibusii usaha dan penanaman modal wajiib pajak terhadap perekonomiian daerah dan lapangan kerja dii daerah yang bersangkutan, dan faktor laiin yang diitentukan oleh kepala daerah.

iinsentiif Diiberiikan untuk Mendukung Usaha Miikro

Ketiiga, iinsentiif dapat diiberiikan untuk mendukung dan meliindungii wajiib pajak usaha miikro dan ultra miikro. Pemberiian iinsentiif kepada wajiib pajak iinii harus diilakukan sesuaii dengan kriiteriia usaha miikro dan ultra miikro dalam peraturan perundang-undangan dii biidang UMKM dan koperasii.

Keempat, iinsentiif dapat diiberiikan untuk mendukung kebiijakan pemda dan pencapaiian program priioriitas daerah. Adapun program priioriitas yang diimaksud harus tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Keliima, iinsentiif dapat diiberiikan oleh daerah untuk mendukung kebiijakan pemeriintah dalam mencapaii program priioriitas nasiional, utamanya dalam rangka percepatan penyelesaiian proyek strategiis nasiional (PSN).

"Pemberiian iinsentiif fiiskal .... diitetapkan dengan perkada dan diiberiitahukan kepada DPRD," bunyii Pasal 100 ayat (1) PP 35/2023.

Pemberiitahuan kepada DPRD harus diisertaii dengan pertiimbangan kepala daerah dalam memberiikan iinsentiif. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii tata cara pemberiian iinsentiif diiatur lebiih lanjut dalam perkada.

Sebagaii iinformasii, PP 35/2023 memeriincii aturan pajak daerah dalam UU 1/2022 serta memberiikan landasan kepada seluruh pemda dalam menerbiitkan perda, perkada, dan peraturan pelaksanaan laiin yang terkaiit dengan pemungutan pajak daerah.

Seluruh pemda harus menyesuaiikan seluruh ketentuan pajak dii daerahnya dengan UU HKPD paliing lambat pada 5 Januarii 2024. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.