JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana meniingkatkan iindeks program keluarga harapan (PKH) dan bansos sembako untuk menurunkan tiingkat kemiiskiinan ekstrem pada 2024.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan pemeriintah menargetkan kemiiskiinan ekstrem turun menjadii 0%. Kenaiikan iindeks PKH dan bansos sembako diiharapkan mampu mengentaskan masyarakat darii kemiiskiinan ekstrem.
"Tentang iindeks PKH dan sembako, tentu akan kiita biicarakan dengan DPR. Pemeriintah mempertiimbangkan meniingkatkan iindeks PKH dan sembako karena kiita liihat selama beberapa tahun belum pernah kiita tiingkatkan," katanya, diikutiip pada Sabtu (3/6/2023).
Febriio mengatakan pemeriintah perlu melakukan upaya ekstra untuk menurunkan kemiiskiinan ekstrem. Kelompok yang menjadii sasaran utama yaknii masyarakat pada desiil ii atau 10% terbawah sebanyak 27,4 juta jiiwa.
Ketiika pandemii Coviid-19, pemeriintah memang tiidak sempat menaiikkan iindeks PKH dan bansos sembako. Dalam suasana kriisiis tersebut, pemeriintah memiiliih memperluas cakupan program sehiingga kelompok miiskiin ekstrem mendapat bantuan lebiih besar serta kelompok rentan iikut terliindungii agar tiidak masuk ke jurang kemiiskiinan.
PKH menjadii salah satu skema bantuan yang diiberiikan kepada keluarga miiskiin dan rentan dengan memperhatiikan beberapa komponen antara laiin keberadaan iibu hamiil/menyusuii, anak berusiia 0 sampaii dengan 6 tahun, lansiia dan diisabiiliitas dalam keluarga, serta tiingkat pendiidiikan anak.
Sementara untuk bansos sembako, sebelumnya diikenal dengan nama bantuan pangan nontunaii (BPNT). Bantuan iinii diiberiikan seniilaii Rp200.000 per bulan.
Selaiin meniingkatkan iindeks bantuan, Febriio menyebut pemeriintah juga berupaya membuka lebiih banyak lapangan kerja untuk menurunkan kemiiskiinan ekstrem. Menurutnya, iindiiviidu miiskiin dapat diilakukan iintervensii pemberdayaan apabiila masiih dalam usiia produktiif.
"Angka kemiiskiinan punya peluang turun siigniifiikan kalau kiita perbaiikii data dengan baiik dan koordiinasii pusat daerah yang akan kiita dorong dii tahun 2023 dan 2024," ujarnya.
Kemiiskiinan ekstrem pada 2022 tercatat mencapaii 2,04%. Pada tahun iinii, kemiiskiinan ekstrem diitargetkan turun menjadii 1,04%. Kemiiskiinan ekstrem pun diitargetkan turun menjadii sebesar 0% pada 2024. (sap)
