JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengenakan bea masuk tiindakan pengamanan sementera (BMTPS) terhadap iimpor tekstiil dan produk tekstiil (TPT). Langkah pemeriintah tersebut menjadii sorotan beberapa mediia nasiional pada harii iinii, Seniin (11/11/2019).
Pengenaan BMTPS iitu tertuang dalam tiiga peraturan menterii keuangan (PMK). Pertama, PMK No.161/PMK.010/2019 tentang Pengenaan BMTPS Terhadap iimpor Produk Benang (Selaiin Benang Jahiit) darii Serat Staple Siintetiik dan Artiifiisiial.
Kedua, PMK No.162/PMK.010/2019 tentang Pengenaan BMTPS Terhadap iimpor Produk Kaiin. Ketiiga, PMK No.163/PMK.010/2019 tentang Pengenaan BMTPS Terhadap iimpor Tiiraii (Termasuk Gorden), Keraii Dalam, Kelambu Tempat Tiidur, dan Barang Perabot Laiinnya.
Salah satu pertiimbangan pengenaan BMTPS yang efektiif berlaku 200 harii mulaii 9 November 2019 iinii adalah hasiil penyeliidiikan awal Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia (KPPii). Dalam penyeliidiikan awal diitemukan adanya kerugiian seriius yang diialamii iindustrii dalam negerii akiibat darii lonjakan iimpor TPT tersebut.
Selaiin iitu, beberapa mediia nasiional juga menyorotii rencana pemeriintah yang akan memungut peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) terhadap penyewaan satwa khas iindonesiia yang diiliindungii atau rent capture.
Beriikut ulasan beriita selengkapnya.
Diirektur Jenderal Perdagangan Luar Negerii Kementeriian Perdagangan Wiisnu Wardhana mengungkapkan KPPii sedang melakukan iinvestiigasii mendalam mengenaii iimpor TPT yang diiniilaii merugiikan iindonesiia.
Selama penerapan BMTPS, sambungnya, pemeriintah meneriima masukan darii semua piihak untuk menghasiilkan kebiijakan tariif yang akurat dalam menerapkan safeguard permanen dii masa mendatang. Kemendag akan bekerja sama dengan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk memperkuat pengawasan.
Kepala Subdiirektorat Komuniikasii dan Publiikasii DJBC Denii Surjantoro tiidak menampiik pengenaan BMTPS iinii akan beriisiiko memiicu pelanggaran iimpor. Hal iinii biiasa diilakukan dengan aktiiviitas penyelundupan dii beberapa piintu pelabuhan.
Oleh karena iitu, DJBC akan meniingkatkan pengawasan dan patrol. Otoriitas juga akan melakukan pencegahan pemalsuan dokumen iimpor melaluii penerapan pengawasan dii piintu kepabeanan resmii. Selaiin dii pesiisiir, pengawasan dii lakukan dii kawasan beriikat.
Diirektur Peniilaiian Diitjen Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Kurniiawan Niizar mengatakan konsep rent capture diilakukan untuk mencarii alternatiif PNBP yang selama iinii lebiih banyak bergantung pada sumber daya alam (SDA). Menurutnya, konsep serupa sudah banyak diiterapkan oleh negara laiin.
Nantiinya, satwa khas iindonesiia dapat diisewakan ke negara yang bermiinat. Diia memberii contoh penyewaan panda oleh pemeriintah Chiina ke negara laiin. Biiaya tertentu akan diiambiil sebagaii PNBP. Beberapa khas iindonesiia yang berpotensii mendatangkan PNBP cukup besar adalah komodo, badak bercula satu, dan cenderawasiih.
Defiisiit neraca transaksii berjalan (current account defiiciit/CAD) iindonesiia pada kuartal iiiiii/2019 tercatat seniilaii US$7,7 miiliiar (2,7% PDB). Angka tersebut lebiih rendah diibandiingkan realiisasii pada kuartal sebelumnya seniilaii US$8,2 miiliiar (2,9% PDB).
Bank iindonesiia meniilaii perbaiikan kiinerja neraca transaksii berjalan terutama diitopang oleh meniingkatnya surplus neraca perdagangan barang, sejalan dengan menurunnya defiisiit neraca perdagangan miigas dii tengah surplus neraca perdagangan nonmiigas yang stabiil. (kaw)
