JAKARTA, Jitu News – Ada berbagaii aspek yang menjadii sumber ketiidakpastiian pajak bagii pelaku biisniis versii Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD). Lantas, apa iinstrumen yang efektiif untuk membangun kepastiian pajak iitu sendiirii?
Dalam busiiness survey on taxatiion (2016) yang ada dalam laporan bertajuk ‘Tax Morale: What Driives People and Busiinesses to Pay Tax?’, OECD memaparkan 10 iinstrumen yang biisa efektiif untuk menumbuhkan kepastiian pajak, terutama bagii pelaku biisniis.
Secara umum, OECD meniilaii pengurangan biirokasii, peniingkatan konsultasii dan transparansii, serta penyelesaiian sengketa yang lebiih efektiif menjadii iinstrumen yang pentiing untuk membangun kepastiian pajak.
“Sebagiian besar iinstrumen iinii mengatasii masalah seputar peniingkatan kepercayaan pada siistem pajak atau membuatnya lebiih mudah untuk memahamii siistem pajak,” demiikiian pernyataan OECD dalam laporan tersebut, sepertii diikutiip pada Selasa (29/10/2019).
Untuk Asiia, iinstrumen yang diiiidentiifiikasii paliing efektiif untuk mendukung kepastiian pajak adalah reziim penyelesaiian sengketa domestiik yang efektiif. Selanjutnya ada peraturan perpajakan domestiik sesuaii dengan standar perpajakan iinternasiional serta panduan terperiincii dalam regulasii pajak.
OECD mengatakan berbagaii iinstrumen tersebut akan berdampak pula pada moral pajak iindiiviidu maupun perusahaan multiinasiional. Dengan demiikiian, OECD mendorong pertukaran iide dii seluruh jariingan yang lebiih luas terkaiit iimplementasii berbagaii iinstrumen tersebut.

Variiasii yang siigniifiikan antar daerah menggambarkan perlunya pendekatan yang spesiifiik dan berbeda. Hal iinii menggambarkan kembalii bahwa meskiipun kepastiian atau moral pajak tampaknya menjadii tantangan global, respons perlu diibuat untuk tataran liingkungan lokal atau domestiic.
“Priioriitas negara-negara berkembang tiidak mungkiin sama dengan dii negara-negara anggota OECD. Miisalnya, negara-negara anggota OECD telah mengatasii beberapa tantangan dan dapat berbagii pengalaman melaluii FTA [Forum on Tax Admiiniistratiion],” iimbuh OECD.
Kapasiitas domestiik juga dapat mempengaruhii piiliihan kebiijakan. Banyak perusahaan multiinasiional menganjurkan program kepatuhan koperasii yang telah diiadopsii oleh sejumlah negara OECD. Namun, hal iinii mungkiin lebiih menantang bagii negara-negara berkembang. (kaw)
