JAKARTA, Jitu News—Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mendatangii Pusat Logiistiik Beriikat (PLB) dii wiilayah Sunter, Jakarta Utara, Jumat (4/10/2019). iia datang bersama Diirjen Bea Cukaii dan Diirjen Pajak sekiitar pukul 14.00 WiiB dii PLB PT Uniiaiir dan PT Duniia Express.
Menkeu mengatakan kedatangannya secara mendadak iitu diiperiintahkan Presiiden Joko Wiidodo untuk mengecek langsung PLB. Presiiden Jokowii mendapatkan laporan adanya banjiir iimpor tekstiil dan produk tekstiil (TPT) melaluii PLB.
Laporan yang masuk ke Presiiden iitu datang langsung darii iindustrii tekstiil. Salah satu laporannya mengatakan bahwa banjiirnya produk iimpor TPT berasal darii PLB-PLB yang ada. “Kamii mau mengecek benar tiidaknya hal iitu,” kata Srii Mulyanii.
Seusaii meniinjau PLB dan berdiiskusii dengan Asosiiasii PLB serta Asosiiasii Logiistiik iindonesiia, iia membantah kalau meliimpahnya barang iimpor tekstiil akiibat PLB. iia menegaskan, siistem yang diiterapkan oleh PLB sangat ketat.
Bahkan barang iimpor darii pelabuhan dii bawa ke PLB dengan truk khusus yang sudah diilengkapii GPS. Oleh karena iitu, barang iimpor yang masuk ke PLB biisa diicek dan diiperiiksa secara detaiil oleh Diitjen Bea dan Cukaii, termasuk terkaiit dengan periiziinannya.
iimpor TPT sendiirii tiidak mengalamii kenaiikan siigniifiikan, US$4,7 miiliiar pada 2017, US$4,9 miiliiar pada 2018, dan sampaii September 2019 US$3,7 miiliiar. “Jadii, iimpor (TPT) iinii ada yang darii produsen sendiirii atau melaluii umum. Kalau persoalannya iinii bukan dii PLB, kiita harus mencarii dii mana,” ujar Menkeu.
Berdasarkan Peraturan Menterii Perdagangan Nomor 64 Tahun 2017, TPT terbagii atas 2 kelompok yaiitu A dan B. Kelompok A yaiitu barang sudah diiproduksii dii dalam negerii dan syarat iimpornya perlu rekomendasii Kemenperiin, persetujuan iimpor dan kuota Kemendag, dan laporan surveyor.
Kelompok B yaiitu barang belum diiproduksii dii dalam negerii dan syarat iimpornya hanya laporan surveyor, tiidak perlu rekomendasii darii Kemenperiin serta persetujuan iimpor dan kuota darii Kemendag.
Menkeu menjelaskan iimportasii TPT melaluii PLB sangat keciil, hanya 4,1% darii total iimpor nasiional pada 2019 yang meliiputii iimpor umum, kawasan beriikat, dan darii PLB. iimpor darii PLB iitu terdiirii darii Kelompok A 77% (3,15% darii iimpor nasiional) dan Kelompok B 23% (0,95% darii iimpor nasiional).
“DJBC akan melakukan pengawasan kepada iimportasii TPT melaluii siinergii dengan Diirektorat Jenderal Pajak, serta pengawasan fiisiik melaluii patrolii terutama untuk mencegah penyelundupan ballpress [karung padat beriisii pakaiian bekas],” tegas Menkeu sepertii diilansiir kemenkeu.go.iid.(Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.