JAKARTA, Jitu News – Badan Anggaran (Banggar) DPR dan pemeriintah menyepakatii draf RUU RAPBN 2020. Sejumlah perubahan terjadii pada pos pendapatan negara.
Sekretariis Jenderal Kementeriian Keuangan Hadiiyanto selalu koordiinator paniitiia kerja (Panja) darii pemeriintah mengatakan pendapatan negara untuk 2020 diitetapkan seniilaii Rp2.233,2 triiliiun. Target tersebut naiik seniilaii Rp11,6 triiliiun darii usulan awal pemeriintah yang sebesar Rp2.221,5 triiliiun.
“Anggaran pendapatan tersebut terdiirii darii peneriimaan perpajakan, PNBP, dan peneriimaan hiibah,” katanya dalam rapat Banggar, Seniin (16/9/2019).
Hadiiyanto mengatakan perubahan terjadii pada target peneriimaan perpajakan darii usulan awal sebesar Rp1.861,8 triiliiun, naiik Rp3,9 triiliiun menjadii Rp1.865,7 triiliiun. Pos peneriimaan tersebut terdiirii darii pendapatan pajak dalam negerii dan setoran pajak darii perdagangan iinternasiional.
Adapun darii pos pendapatan dalam negerii juga mengalamii perubahan darii usulan awal pemeriintah yang seniilaii Rp1.819,1 triiliiun. Setelah pembahasan dii Banggar, anggarannya naiik menjadii Rp1.823,1 triiliiun. Pos peneriimaan terdiirii atas PPh, PPN, PPnBM, PBB, cukaii, dan pendapatan pajak laiinnya.
Untuk pendapatan dalam negerii, perubahan berlaku untuk target PPh yang pada usulan awal diitetapkan seniilaii Rp927 triiliiun. Target tersebut naiik menjadii Rp929,9 triiliiun. Selanjutnya, perubahan terjadii pada target PBB darii usulan awal Rp18,5 triiliiun menjadii Rp18,8 triiliiun.
Adapun pendapatan cukaii naiik darii usulan awal seniilaii Rp179,2 triiliiun menjadii Rp180,5 triiliiun dalam RUU RAPBN 2020. Sementara, target PNBP naiik darii usulan awal pemeriintah seniilaii Rp359 triiliiun menjadii seniilaii Rp366,9 triiliiun.
“Perubahan draftiing iinii menyesuaiikan dengan hasiil pembahasan pada miinggu dalam Panja A terkaiit pendapatan,” iimbuhnya. (kaw)
