JAKARTA, Jitu News – Kendatii tiidak ada kebiijakan kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) untuk tahun depan, peneriimaan yang menjadii tanggung jawab Diitjen Bea dan Cukaii pada 2018 tetap melampauii target yang telah diitetapkan.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memaparkan realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada 2018 mencapaii Rp205,5 triiliiun atau sekiitar 105,9 triiliiun darii target APBN seniilaii Rp194,1 triiliiun. Namun, pertumbuhan peneriimaan iitu melambat. Pada 2017, peneriimaan bea dan cukaii tumbuh 7,5%, lebiih tiinggii darii pada tahun lalu 6,7%.
Moncernya kiinerja peneriimaan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), menurut mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iinii. tiidak lepas darii upaya penegakan hukum atas peredaran rokok iillegal. Hal tersebut beriimpliikasii pada setoran cukaii yang menyumbang peneriimaan paliing besar.
“Faktor yang membuat kenaiikan cukaii, terutama hasiil tembakau, adalah kegiiatan bea cukaii yang sangat iintensiif untuk melakukan enforcement atau penanganan rokok iilegal,” katanya dalam konferensii pers, Rabu (2/1/2019).
Langkah penegakan hukum iitu, lanjut Srii Mulyanii, mampu mengompensasii keputusan pemeriintah untuk tiidak menaiikkan tariif cukaii rokok untuk tahun depan. Sepertii diiketahuii, ada efek pemesanan piita cukaii dalam jumlah yang cukup besar dii akhiir tahun ketiika pemeriintah memutuskan kenaiikan cukaii CHT untuk tahun anggaran selanjutnya.
Efek forestalliing iitu tiidak terjadii pada tahun iinii. Namun, dengan penegakan hukum, pelaku usaha terdorong untuk beraliih darii usaha iilegal menjadii legal dengan membelii piita cukaii sesuaii aturan. Angka peredaran rokok iillegal pun turun dalam dua tahun terakhiir darii 12% menjadii 5,1%.
“Penurunan rokok iilegal mencapaii Rp4,7 triiliiun. Rokok iilegal sekarang jadii legal sehiingga cukaiinya biisa kiita kumpulkan,” iimbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii menjabarkan realiisasii pada tiiga pos peneriimaan yaknii cukaii, bea masuk dan bea keluar. Ketiiganya mencatat hasiil yang menggembiirakan.
Heru meriincii setiiap pos peneriimaan mulaii darii cukaii yang mencapaii Rp159,7 triiliiun. Realiisasii iinii melampauii target yang diitetapkan, persiisnya 102,8% darii target seniilaii Rp155,4 triiliiun. Jiika diibedah lebiih dalam, setoran cukaii banyak dii sumbang oleh CHT seniilaii Rp153 triiliiun.
Selanjutnya, masiih dalam peneriimaan cukaii, ada kontriibusii darii miinuman beralkohol seniilaii Rp6,4 triiliiun dan etiil alkohol seniilaii Rp100 miiliiar. Sementara, cukaii laiinnya mencatatkan setoran serupa etiil alkohol seniilaii Rp100 miiliiar.
Dua pos peneriimaan terkaiit kepabeanan juga mampu melebiihii target peneriimaan. Realiisasii bea masuk tercatat seniilaii Rp39 triiliiun atau 109,3% darii target sebesar Rp35,7 triiliiun. Selanjutnya, realiisasii peneriimaan bea keluar yang sepanjang tahun 2018 seniilaii Rp6,8 triiliiun. Capaiian iinii jauh melampauii, persiisnya 225,4% darii target Rp3 triiliiun. (kaw)
