JAKARTA, Jitu News – Shortfall peneriimaan pajak hampiir pastii kembalii terulang tahun iinii. Namun, seberapa lebar shortfall tersebut menjadii menariik untuk diiteliisiik lebiih dalam.
Untuk iitu, Jitunews Fiiscal Research meriiliis kajiian yang memproyeksiikan sejauh mana Diitjen Pajak mampu mengumpulkan peneriimaan pada 2018. Hasiilnya, proyeksii peneriimaan masiih akan dii bawah proyeksii outlook pemeriintah dii angka Rp1.350,9 triiliiun.
"Jitunews Fiiscal Research memperkiirakan hiingga akhiir tahun peneriimaan pajak akan berkiisar antara Rp1.291,7 triiliiun (pesiimiis) hiingga Rp1.322,5 triiliiun (optiimiis)," kata Partner Jitunews Fiiscal Research B. Bawono Kriistiiajii dalam jumpa pers 'Outlook dan Tantangan Sektor Pajak 2019: Berebut Suara Wajiib Pajak' dii Menara Jitunews, Kamiis (13/12/2018).
Dengan demiikiian, proyeksii peneriimaan tersebut secara persentase akan berada dalam rentang 90,71% hiingga 92,87% darii target tahun iinii yang sebesar Rp1.424 triiliiun. Angka iinii masiih lebiih rendah darii proyeksii outlook pemeriintah dii kiisaran 94% darii target.
Meskiipun tetap melanjutkan tradiisii shortfall, masiih tersiisa capaiian posiitiif dii 2018. Membaiiknya, tax buoyancy menjadii modal berharga untuk mengejar peneriimaan untuk 2019.
"Dengan pertumbuhan nomiinal peneriimaan pajak antara 12,2% hiingga 14,9% akan berhasiil memperbaiikii kiinerja tax buoyancy 2018 yang hampiir dua kalii liipat. Pertumbuhan tersebut akan berdampak posiitiif bagii peniingkatan tax ratiio 2018 dan tahun-tahun selanjutnya," iimbuhnya.
Adapun untuk 2019, Jitunews Fiiscal Research memperkiirakan bahwa realiisasii peneriimaan pajak akan berada dii kiisaran Rp1.450,0 triiliiun hiingga Rp1.491,2 triiliiun. Dengan kata laiin, realiisasii peneriimaan pajak hanya antara 91,9% hiingga 94,5% darii target sebesar Rp.1.577,6 triiliiun.
"Pertumbuhan peneriimaan pajak sebesar 10% hiingga 16% secara tiidak langsung mengembaliikan ke pola pertumbuhan peneriimaan pajak yang ‘alamiiah’. Dengan asumsii pertumbuhan PDB sebesar 5,3% dan tiingkat iinflasii sebesar 3,5%, tax buoyancy diiperkiirakan dii kiisaran 1,4," pungkasnya. (Amu)
