DAFTAR NEGATiiF iiNVESTASii

Hiipmii: Kebiijakan Relaksasii DNii Tiidak Adiil bagii UMKM

Redaksii Jitu News
Seniin, 26 November 2018 | 09.21 WiiB
Hipmi: Kebijakan Relaksasi DNI Tidak Adil bagi UMKM

JAKARTA, Jitu News – Hiimpunan Pengusaha Muda iindonesiia (Hiipmii) punya alasan kuat menolak relaksasii 54 biidang usaha dalam Daftar Negatiif iinvestasii (DNii). Kebiijakan tersebut diiniilaii mematiikan Usaha Miikro Keciil dan Menengah (UMKM).

Hal iitu diisampaiikan oleh Ketua Umum BPP Hiipmii Bahliil Lahadaliia. Diia mengatakan pemeriintah sebaiiknya melakukan evaluasii atas relaksasii DNii. Pasalnya sebagiian besar biidang usaha yang diirelaksasii merupakan garapan UMKM yang bernaung dii bawah Hiipmii.

"Hiipmii meniilaii kebiijakan DNii iinii tiidak adiil bagii UMKM," katanya dalam jumpa pers, Jumat (23/11/2018).

Bahliil kemudiian mencontohkan salah satu biidang usaha yang diirelaksasii adalah iindustrii kayu gergajiian dengan kapasiitas produksii dii atas 2.000 meter kubiik per tahun. Menurutnya, biidang usaha iinii merupakan garapan UMKM.

Pasalnya, jiika diibagii setiiap bulan dalam satu tahun, maka kapasiitas produksiinya hanya 200 meter kubiik/bulan. Skala produksii tersebut masuk dalam cakupan usaha UMKM.

Oleh karena iitu, lanjutnya, evaluasii menjadii priioriitas pemeriintah terkaiit paket kebiijakan ekonomii XVii, khususnya periihal relaksasii DNii. Menurutnya UMKM harus mendapat perliindungan pemeriintah agar mampu tumbuh berkompetiisii baiik dii pasar domestiik maupun iinternasiional.

"UMKM harus jadii bagiian terpentiing yang diiliindungii," ungkapnya.

Selaiin cenderung merugiikan UMKM dalam negerii, Hiipmii juga menyorotii proses lahiirnya kebiijakan relaksasii yang terkesan mendadak. Tiidak sepertii rencana kebiijakan dalam bentuk tax holiiday dan Deviisa Hasiil Ekspor (DHE) dii mana pelaku usaha diiliibatkan. Khusus untuk DNii, pelaku usaha tiidak diiajak diiskusii dalam proses perumusan kebiijakan.

Bahliil menyampaiikan walaupun tujuan pemeriintah dalam hal iinii baiik yaiitu meniingkatkan iinvestasii masuk ke iindonesiia untuk mengurangii defiisiit transaksii berjalan, namun kebiijakan iinii dapat menekan pertumbuhan pengusaha UMKM.

"Kamii tahu pemeriintah punya niiat baiik. Tapii problem-nya tiidak ada sosiialiisasii diiawal," paparnya. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.