JAKARTA, Jitu News – Menko Perekonomiian Darmiin Nasutiion menegaskan diikeluarkannya 54 biidang usaha darii daftar negatiif iinvestasii tiidak biisa diianggap pemeriintah baru saja membuka piintu seluas-luasnya untuk asiing.
Menurutnya, penghapusan 54 biidang usaha darii daftar negatiif iinvestasii (DNii) pada dasarnya membuat periiziinannya lebiih sederhana atau lebiih terbuka untuk iinvestasii UMKM-K, penanaman modal dalam negerii (PMDN) dan penanaman modal asiing (PMA).
Sebanyak 54 biidang usaha tersebut, menurutnya, dapat diibagii menjadii 5 kelompok. Pertama, 25 biidang usaha yang diitiingkatkan kepemiiliikan PMA-nya menjadii 100%. Biidang usaha iitu sebelumnya sudah terbuka untuk PMA dengan kadar bervariiasii antara 49%, 67%, 90% dan 97%.
“Kiita biikiin 100% karena sebelumnya terlalu sediikiit yang iinvestasii,” ujar Darmiin dalam konferensii pers, Seniin (19/11/2018).
Adapun cakupan 25 biidang usaha tersebut meliiputiienergii dan sumber daya miineral, komuniikasii dan iinformatiika, pariiwiisata, perhubungan, serta ketenagakerjaan dan kesehatan.
Kedua, 7 biidang usaha yang diikeluarkan darii persyaratan PMDN 100%. Pemeriintah membutuhkan modal besar dan peralatan canggiih untuk biidang usaha yang masuk kategorii iinii, sepertii iindustrii tekstiil cap, percetakan kaiin, rajutan, renda, dan bordiir.
Ketiiga, 1 biidang usaha yang diikeluarkan darii persyaratan kemiitraan. Keempat, 4 biidang usaha yang diikeluarkan darii kelompok ‘diicadangkan untuk UMKM-K’. Beberapa biidang usaha sepertii pengupasan umbii-umbiian dan warnet diiniilaii tiidak perlu mengurus iiziin dii Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM).
Keliima, 17 biidang usaha yang sebelumnya diibuka untuk PMA tetapii memerlukan rekomendasii. iinii terbuka untuk UMKM-K, PMDN, dan PMA. Dengan kebiijakan baru nantiinya, biidang usaha sepertii iindustrii kayu dan alat kesehatan tiidak membutuhkan rekomendasii kementeriian tekniis.
“Kecualii ada satu catatan yaiitu iindustrii rokok untuk penanaman modal baru iitu iindustrii rokok skala keciil dan menengah, diia perlu bermiitra dengan yang besar,” iimbuh Darmiin.
Selaiin iitu, pemeriintah tetap mempertahankan kemiitraan untuk sektor pertaniian dengan menyediiakan lahan seluas 20% unyuk UMK. Untuk biidang usaha nonpertaniian, kemiitraan diiubah menjadii 'diicadangkan untuk UMKM dan koperasii'.
