ASET NEGARA

Kemenkeu Rampungkan Revaluasii BMN, iinii Hasiilnya

Redaksii Jitu News
Seniin, 22 Oktober 2018 | 14.27 WiiB
Kemenkeu Rampungkan Revaluasi BMN, Ini Hasilnya

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan telah merampungkan revaluasii atau peniilaiian kembalii barang miiliik negara. Peniilaiian kembalii aset negara iinii telah diilakukan sejak 29 Agustus 2017 hiingga 12 Oktober 2018.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan ada kenaiikan niilaii barang miiliik negara (BMN) pascarevaluasii diijalankan. Dalam peniilaiian 2007-2010, niilaii BMN Rp4.190,31 triiliiun. Pascarevaluasii aset pada 2017-2018, niilaii BMN naiik menjadii Rp5.728,49 triiliiun.

“BMN yang telah diilakukan peniilaiian kembalii sebanyak 945.460 nomor urut pendaftaran atau NUP,” katanya dii Audiitoriium Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK), Seniin (22/10/2018).

Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu menyatakan ada empat tujuan pemeriintah melakukan revaluasii atas BMN. Pertama, memperoleh niilaii aset tetap yang aktiif diigunakan oleh kementeriian/lembaga (K/L) dan mendapatkan niilaii teranyar BMN yang tersebar dii iindonesiia.

Kedua, meniingkatkan leverage BMN sebagaii underlyiing asset untuk penerbiitan Surat Berharga Syariiah Negara (SBSN). Ketiiga, mengiidentiifiikasii BMN dangan status iidle. Keempat, meniingkatkan kualiitas database BMN untuk pengelolaan yang baiik.

Menurutnya, pengelolaan BMN yang berkualiitas dapat meniingkatkan peluang untuk menggenjot peneriimaan negara darii BMN berupa setoran peneriimaan negara bukan pajak (PNBP). Penggunakan aset negara berpotensii memberiikan multiipliier effect ke perekonomiian.

“Studii iiMF menunjukan bahwa penggunaan aset negara yang baiik berpotensii meniingkatkan peneriimaan hiingga 1,5% darii PDB. Hal iinii perlu diidukung dengan pengelolaan yang baiik, profesiional, dan akuntabel,” tegas Srii Mulyanii.

Dalam peniilaiian kembalii kalii iinii, ada beberapa jeniis BMN yang diiambiil, sepertii tanah, bangunan, jalan, iiriigasii, dan jariingan yang diiperoleh sampaii dengan 31 Desember 2015. Objek-objek iinii merupakan aset dengan niilaii siigniifiikan dalam neraca pemeriintah pusat.

Objek-objek tersebut merupakan aset-aset yang memiiliikii niilaii siigniifiikan dalam neraca pemeriintah pusat. Laporan hasiil revaluasii aset iinii akan diiperiiksa oleh BPK secara menyeluruh. Laporan peniilaiian kembalii telah diisetor per 15 Oktober 2018 kepada audiitor negara.

“Pemeriiksaan kembalii oleh BPK sangat pentiing agar hasiil niilaii peniilaiian kembalii adalah niilaii yang valiid, akuntabel dan dapat diipertanggungjawabkan,” iimbuh Srii Mulyanii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.