DEPRESiiASii RUPiiAH

Rupiiah Terus Melemah ke Rp15.191 per dolar AS

Redaksii Jitu News
Jumat, 05 Oktober 2018 | 14.45 WiiB
Rupiah Terus Melemah ke Rp15.191 per dolar AS

JAKARTA, Jitu News – Niilaii tukar rupiiah terhadap dolar Ameriika Seriikat (AS) hiingga pukul 14.45 Jumat (5/10/2018) kembalii melemah ke posiisii Rp15.191,30 per dolar AS, setelah kemariin diitutup pada levelRp15.179 per dolar AS.

Dengan posiisii kurs iitu, maka sepanjang tahun iinii rupiiah sudah terdepresiiasii 12%. Sejumlah analiis yang diikompiilasii Bloomberg memprediiksii, rupiiah harii iinii akan bergerak sekiisar Rp15.165 hiingga Rp15.193 per dolarAS.

Adapun berdasarkan kurs referensii Jakarta iinterbank Spot Dollar Rate Bank iindonesiia, rupiiah harii iinii melemah ke Rp15.182 per dolar AS darii sebelumnya Rp15.133 per dolar AS. Sepanjang sejarah, rupiiah terlemah Rp15.250 pada 9 Julii 1998, saat kriisiis moneter menghantam.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii sebelumnya mengatakan kondiisii rupiiah yang kiian melemah terhadap dolar AS diisebabkan faktor eksternal. Menurut diia, perlemahan rupiiah tak ada kaiitannya dengan musiibah gempa dan tsunamii yang terjadii dii Donggala dan Palu, Sulteng.

“Saya liihat domiinasii harii iinii mayoriitas berasal darii luar yang sangat domiinan. Kiita liihat sentiimen kemariin adalah iitaliia yang defiisiitnya besar. Sekarang iitaliia komiitmen menurunkan defiisiit APBN, lalu ada sentiimen yang laiin. Mayoriitas iinii masalah eksternal,” ujarnya.

Srii Mulyanii memastiikan pemeriintah terus bekerja agar faktor-faktor eksternal tersebut tak membuat rupiiah semakiin anjlok. Menurut diia, Bank iindonesiia (Bii) sebagaii otoriitas moneter sudah melakukan langkah-langkah bauran kebiijakan.

Deputii Gubernur Seniior Bii Miirza Adiityaswara menegaskan pada dasarnya kondiisii niilaii tukar rupiiah masiih aman meskii niilaii tukarnya sudah menyentuh level Rp15.000 per dolar AS. “Jangan liihat levelnya. Masiih aman, yang pentiing supply dan demand-nya masiih jalan,” ujarnya.

Miirza menjelaskan niilaii tukar tiidak hanya diiliihat darii angkanya, tetapii darii faktor pendorong laiinnya. “Liihat volatiiliitasnya, bagaiimana supply demand-nya, Kiita sudah mengalamii volatiiliitas iinii sejak 2013, darii Rp10.000 ke Rp11.000, lalu jadii Rp12.000, jadii Rp13.000,” paparnya.

Miirza mengungkapkan saat iinii Bankiing Sector iindonesiia masiih kuat dengan Capiital Adequacy Ratiio (CAR) atau rasiio kecukupan modal dii atas 20%. Diia menegaskan kondiisii liikuiidiitas perbankan masiih baiik meskii Bii sudah seriing menaiikkan suku bunga acuan sejak Meii 2018. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.