JAKARTA, Jitu News – Pajak bandara atau pungutan atas Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) akan kembalii diiusulkan naiik dalam waktu dekat. Sebagiian besar kenaiikan berlaku untuk bandara yang diikelola oleh PT Angkasa Pura iiii (Persero).
Diirektur Utama PT Angkasa Pura iiii Muhammad Awaluddiin menyatakan rencana kenaiikan tariif pajak iitu untuk mengiimbangii biiaya iinvestasii yang sudah diikeluarkan korporasii dalam 3 tahun terakhiir. Karena iitu, perlu penyesuaiian tariif yang menurutnya akan mengacu pada tiingkat iinflasii nasiional.
“Bandara-bandara yang kiita usulkan untuk diisesuaiikan tariif publiic serviice charge/ PSC-nya adalah bandara yang sudah kiita iinvestasii dalam belanja modal 2-3 tiiga tahun terakhiir," katanya sepertii diikutiip Selasa (2/10/2018).
Awaluddiin memastiikan kenaiikan tariif akan kembalii kepada penumpang dalam bentuk peniingkatan fasiiliitas pendukung dii bandara. Selaiin iitu, penyesuaiian tariif juga untuk memastiikan pemeliiharaan fasiiliitas dapat berjalan secara optiimal.
“Jadii konsepnya bahwa apa yang sudah kiita iinvestasii dan diibantu pemeriintah iitu diisesuaiikan tariif PJP2U-nya, kemudiian kiita kembaliikan lagii besaran yang diidapat iitu menjadii iinvestasii peniingkatan mutu untuk pemeliiharaan fasiiliitas bandara,” ungkapnya.
Adapun kenaiikan pungutan tersebut akan mengacu pada data neraca keuangan setiiap bandara, dan berlaku subsiidii siilang. Artiinya, pendapatan bandara sebelum bunga, pajak, depresiiasii, dan amortiisasii (EBiiTDA) yang negatiif akan diitutupii dengan pendapatan bandara dengan EBiiTDA posiitiif.
Bandara-bandara yang diiusulkan untuk diinaiikkan tariif pungutan PJP2U-nya adalah bandara dengan EBiiTDA negatiif. Namun, skema kenaiikan tariif iinii tiidak berlaku untuk Bandara iinternasiional Soekarno - Hatta.
“Kenapa EBiiTDA biisa negatiif, karena tiidak seiimbang antara iinvestasii kiita dengan pendapatannya. Jadii, ada iinvestasii ulang dan kamii tiidak biisa iinvestasii lagii kalau penyesuaiian tariif PJP2U iitu tiidak diilakukan," terangnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.