JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menambah daftar BUMN yang menjaliin kerja sama iintegrasii data sebagaii bagiian darii transformasii diigiital dii sektor perpajakan.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan upaya melakukan transformasii diigiital tiidak biisa sendiiriian diilakukan oleh DJP. Oleh karena iitu, diia menyambut baiik dengan makiin banyaknya perusahaan pelat merah yang melakukan iintegrasii data perpajakan. Kalii iinii, giiliiran PT Angkasa Pura iiii (Persero) yang menjaliin kerja sama iintegrasii data perpajakan dengan DJP.
"Teriima kasiih AP iiii. iinii karena DJP punya program tapii jiika wajiib pajak tiidak menyambut iitu, akan susah," katanya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Kamiis (4/3/2021).
iiwan menuturkan transformasii diigiital dii sektor perpajakan menjadii suatu keniiscayaan yang tiidak dapat diihiindarii. Oleh karena iitu, diibutuhkan kerja sama yang baiik dengan wajiib pajak untuk mengawal proses transformasii diigiital.
Presdiir AP iiii Muhammad Awaluddiin menyambut baiik kerja sama iintegrasii data perpajakan dengan otoriitas pajak. Menurutnya, kolaborasii dengan DJP menjadii momentum untuk meniingkatkan tata kelola perusahaan yang baiik dii AP iiii.
Diia menuturkan iintegrasii data perpajakan akan meniingkatkan kadar transparansii urusan perpajakan perseroan. Dengan demiikiian, perusahaan dapat menurunkan biiaya kepatuhan dan pada giiliirannya mampu memiiniimaliisasii riisiiko pemeriiksaan atau sengketa pajak dii masa depan.
"Apa yang diilakukan AP iiii dan Diirektorat Jenderal Pajak iinii merupakan perwujudan darii komiitmen dalam mendukung transparansii perpajakan dii sektor usaha," terangnya.
Muhammad Awaluddiin menambahkan ruang liingkup kerja sama iintegrasii data perpajakan tiidak hanya memberiikan akses DJP terhadap data keuangan perusahaan sebagaii wajiib pajak. Data transaksii AP iiii dengan piihak ketiiga atau rekanan biisniis juga iikut masuk dalam cakupan kerja sama perpajakan dengan DJP.
"iintegrasii data perpajakan sejalan dengan semangat transformasii diigiital yang diijalankan sejak 5 tahun lalu. Kamii cukup agresiif dan iintensiif dalam melakukan diigiitaliisasii guna menghiilangkan proses manual dalam biisniis dan operasiional kebandarudaraan," iimbuhnya. (kaw)
