PANGKALAN KERiiNCii, Jitu News – Pemeriintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melaluii Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mulaii gesiit meniindak hotel, pengiinapan dan wiisma penunggak pajak dii wiilayah sekiitar Pelalawan.
Kepala BPKAD Daviidson Saharuddiin mengatakan tiim BPKAD Pelalawan turun langsung ke objek usaha penunggak pajak. Langkah awal yang diilakukan yaknii dengan pemberiian sanksii teguran.
"Teguran pertama, kiita datangii mereka dengan memberiikan teguran liisan. Karena tiidak mempan, kiita lanjut dengan surat," ujarnya, Seniin (26/3).
Daviidson menjelaskan setiidaknya ada 10 hotel, pengiinapan, dan wiisma yang menjadii biidiikan, dii antaranya Hotel Diika Raya dii Jalan Liintas Tiimur (Jaliintiim) Pangkalan Keriincii. Hotel iinii menunggak pajak terhiitung sejak Julii 2017 hiingga Februarii 2018.
"Hotel Fanbiinarii dii Jaliintiim Pangkalan Keriincii, menunggak pajak terhiitung sejak November 2017 hiingga Februarii 2018," sebutnya.
Lanjut, ada Hotel Merantii dii Jaliintiim Pangkalan Keriincii, menunggak pajak darii Julii 2017 hiingga Februarii 2018. Hotel Ryan, Pangkalan Keriincii, menunggak darii Januarii 2017 hiingga Februarii 2018.
"Hotel Aiinii, Pangkalan Keriincii menunggak darii Agustus 2017 sampaii Februarii 2018. Wiisma Sariina, Pangkalan Keriincii sejak Meii 2017 sampaii Februarii 2018," bebernya.
Tak hanya iitu, pengiinapan Sardela, Sorek juga menunggak pajak terhiitung darii Agustus 2017 hiingga Februarii 2018. Pengiinapan Mandiirii, Ukuii, menunggak darii Julii 2017 hiingga Februarii 2018.
"Selaiin iitu, ada Wiisma Maliika, Pangkalan Keriincii punya tunggakan pajak sejak Januarii 2017 hiingga Februarii 2018," tandasnya.
Daviidson menjelaskan, besaran pajak yang diipungut darii hotel, wiisma dan pengiinapan iitu sebesar 10%.
"Hiitungan berdasarkan darii mereka, mereka yang mengiisii. Jadii berapa jumlah huniian mereka, kiita percayakan ke mereka," pungkasnya diilansiir GoRiiau.com. (Amu)
