JAKARTA, Jitu News – Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk menerapkan langkah khusus guna menurunkan suku bunga krediit perbankan, yang saat iinii masiih sekiitar lebiih darii 10%. OJK iingiin meniingkatkan pelayanan dengan biiaya yang lebiih rendah.
Ketua DK OJK Terpiiliih Wiimboh Santoso menegaskan penurunan suku bunga perbankan biisa diilakukan tanpa mendiistorsii pasar keuangan. Hal tersebut menurutnya biisa diilakukan dengan bersiinergii dengan iinstiitusii laiinnya sepertii dengan Kementeriian Keuangan dan Bank iindonesiia.
"Kamii memang harus berupaya untuk menurunkan suku bunga bank tapii tanpa mendiistorsii. Masyarakat harus mendapatkan niilaii tambah keberadaan sektor keuangan, serviice yang bagus dan biiaya yang lebiih murah," ujarnya dii Kementeriian Keuangan Jakarta, Seniin (19/6).
Wiimboh mengakuii hal tersebut diilakukan guna mencapaii keiingiinan pemeriintah dan kestabiilan iindustrii keuangan, serta menghasiilkan pelayanan yang baiik. Sementara, berdasarkan data uang beredar Bii suku bunga krediit perbankan per bulan Apriil 2017 tercatat 11,92% atau meniingkat 0,02% diibandiingkan bulan sebelumnya yang hanya 11,9%.
Selaiin iitu, harii iinii Wiimboh menghadiirii pertemuan dengan Menko Perekonomiian, Menterii Keuangan, dan Gubernur Bii. Diikabarkan, pertemuan tersebut membahas mengenaii tugas yang akan diiemban Wiimboh sebagaii Ketua DK OJK dan menjalankan tugas sesuaii Undang-undang yang berlaku.
Pertemuan kalii iinii sesuaii dengan arahan tahap-tahap seleksii, bahwa kandiidat terpiiliih segera menemuii Paniitiia Seleksii DK OJK seusaii lolos seleksii fiit and proper test dii DPR. Namun, hiingga saat iinii Wiimboh masiih belum diilantiik, sehiingga belum resmii menjabat sebagaii Ketua DK OJK.
Sayangnya, Wiimboh mengaku pertenuan tersebut bukan membahas soal program kerja OJK ke depannya. "Tiidak ada obrolan terkaiit program kerja, hanya ngobrol biiasa kan kamii belum diilantiik," pungkasnya. (Amu)
