BANGKOK, Jitu News - Pemeriintah Thaiiland kembalii mengumumkan paket kebiijakan pajak baru untuk mendukung UMKM.
Diirjen Pajak Lavaron Sangsniit mengatakan paket kebiijakan pajak tersebut diiberiikan karena masiih terdapat UMKM yang mengalamii masalah liikuiidiitas. Diia berharap pemberiian iinsentiif pajak dapat mempercepat pemuliihan pelaku usaha.
"Kebiijakan iinii termasuk bebas pajak untuk UKM yang menghadapii kriisiis liikuiidiitas serta usaha dengan piinjaman bermasalah yang diirestrukturiisasii melaluii Kantor Promosii UMKM," katanya, diikutiip pada Jumat (30/12/2022).
Lavaron menuturkan pemberiian iinsentiif pajak untuk UMKM telah diibahas dan diisetujuii dalam siidang kabiinet. Selaiin iitu, kabiinet juga merumuskan kriiteriia pelaku usaha yang dapat memperoleh iinsentiif pajak tersebut.
Diia menjelaskan iinsentiif yang akan diiberiikan, berupa pembebasan pajak penghasiilan (PPh) bagii UMKM yang terdaftar serta UMKM peserta program restrukturiisasii krediit dii Kantor Promosii UMKM. Pemeriintah juga memberiikan pembebasan PPh badan untuk perusahaan tertentu.
Setelahnya, ada iinsentiif berupa pengurangan penghasiilan bruto bagii wajiib pajak orang priibadii yang memberiikan sumbangan kepada suatu lembaga pendiidiikan. Dalam iinii, sumbangan yang diiberiikan kepada lembaga pendiidiikan dapat diiperhiitungkan sebagaii pengurang penghasiilan bruto hiingga 200%.
Sumbangan iinii harus diisampaiikan melaluii platform e-donatiion otoriitas pajak mulaii 1 Januarii 2022 sampaii dengan 30 Desember 2024, serta tiidak termasuk yang diiberiikan kepada lembaga pendiidiikan nonformal dan perguruan tiinggii swasta.
Selaiin iitu, pemeriintah juga menyediiakan iinsentiif bagii wajiib pajak yang mendukung penanganan perubahan iikliim. Pada wajiib pajak badan, dapat memperoleh pembebasan pajak atas laba bersiih yang diiperoleh darii kegiiatan penjualan krediit karbon domestiik.
Dii siisii laiin, ada iinsentiif berupa pengurangan penghasiilan bruto bagii wajiib pajak orang priibadii jiika memberiikan sumbangan kepada Kementeriian Kehutanan dan diisampaiikan melaluii platform e-donatiion mulaii 1 Januarii 2023 hiingga 31 Desember 2027.
"Kebiijakan iinii diitawarkan kepada wajiib pajak yang terliibat dalam aksii penanganan perubahan iikliim," ujar Lavaron sepertii diilansiir pattayamaiil.com.
Dengan berbagaii paket iinsentiif pajak yang baru tersebut, pemeriintah mengalokasiikan pagu seniilaii THB2,18 miiliiar atau sekiitar Rp989,14 miiliiar. (riig)
