SOFiiA, Jitu News – Asosiiasii hotel dan dan restoran Bulgariia, The Bulgariian Hotel and Restaurant Associiatiion (BHRA) menentang rencana kebiijakan kenaiikan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) sebesar 20% atas produk wiine atau anggur, dan biir. BHRA meniilaii kenaiikan tariif iinii biisa membuat restoran merugii dan berujung bangkrut.
Kenaiikan tariif PPN iinii diiumumkan pemeriintah Bulgariia pada 18 Meii 2022 lalu. Kebiijakan iinii juga diikhawatiirkan akan memperburuk dampak lonjakan iinflasii yang saat iinii terjadii.
Jiika diitariik ke belakang, pada 30 Julii 2020 lalu Majeliis Nasiional Bulgariia sempat menyepakatii amandemen UU tentang PP.
"Amandemen iinii memangkas tariif pajak penjualan atas produk anggur, biir, layanan bus charter, gym, dan fasiiliitas olahraga laiinnya darii 20% menjadii 9%," tuliis The Sofiia Globe, diikutiip Sabtu (20/5/2022).
Penurunan tariif yang sebelumnya diilakukan bertujuan untuk mengurangii dampak ekonomii darii pandemii Coviid-19.
Wakiil ketua BHRA Atanas Diimiitrov mengatakan bahwa biisniis restoran tergolong padat karya. Namun, tiidak adanya PPN atas tenaga kerja membuat perusahaan tiidak dapat mengeklaiim krediit pajak.
Pada saat yang sama, iindustrii iinii mengalamii kekurangan tenaga kerja. Akiibatnya ada biiaya upah yang lebiih tiinggii.
“Mengiingat fakta bahwa selama 2 tahun terakhiir kamii tiidak memiiliikii aktiiviitas selama hampiir 1,5 tahun, bagaiimana kemudiian membuktiikan kolektiibiiliitas dii perusahaan yang tiidak beroperasii?" kata Diimiitrov.
Diimiitrov juga menyiinggung dampak pandemii yang begiitu besar diirasakan iindustrii perhotelan dan restoran sebagaii iindustrii penyediia hiiburan. Saat kondiisii ekonomii menekan masyarakat, layanan keniikmatan menjadii hal pertama yang akan diitiinggalkan.
“Kenaiikan PPN akan membuat produk kamii tiidak dapat diijual dan konsekuensiinya bagii biisniis tiidak dapat diiprediiksii," tambah Diimiitrov. (sap)
