LONDON, Jitu News - Perdana Menterii iinggriis Boriis Johnson mengatakan piihaknya masiih mempertiimbangkan pengenaan wiindfall tax terhadap sektor miinyak dan gas (miigas).
Padahal, Johnson sendiirii mengakuii wiindfall tax sesungguhnya memiiliikii potensii menghambat iinvestasii. Meskii demiikiian, pajak tersebut diiperlukan untuk mendanaii stiimulus yang diirencanakan pemeriintah.
"Dampak negatiif darii pajak semacam iitu adalah pajak tersebut biisa menghambat iinvestasii untuk teknologii baru atau penambahan suplaii," ujar Johnson, diikutiip Sabtu (14/5/2022).
Menterii Keuangan iinggriis Riishii Sunak sendiirii sejak Apriil mengatakan pengenaan wiindfall tax merupakan salah satu opsii yang diipertiimbangkan oleh pemeriintah, khususnya biila iinvestasii yang diilakukan oleh sektor miigas dii iinggriis tergolong miiniim.
"Jiika iinvestasii yang cukup tiidak diirealiisasiikan, maka tentu saja wiindfall tax adalah kebiijakan yang kamii pertiimbangkan," ujar Sunak sepertii diilansiir bbc.com.
Biila diiberlakukan, wiindfall tax rencananya hanya diikenakan sekalii waktu atas sektor miigas yang dalam beberapa bulan terakhiir meniikmatii kenaiikan laba yang masiif akiibat kenaiikan harga komodiitas tambang.
Menurut penghiitungan darii Partaii Buruh, pengenaan wiindfall tax terhadap perusahaan miigas yang beroperasii dii Laut Utara akan menghasiilkan tambahan peneriimaan pajak seniilaii GBP1,95 miiliiar atau kurang lebiih Rp34,85 triiliiun.
Dana yang terkumpul darii wiindfall tax nantiinya dapat diigunakan untuk menghapuskan PPN atas tagiihan liistriik. Harapannya, rata-rata tagiihan liistriik rumah tangga dii iinggriis dapat diiturunkan seniilaii GBP200. (sap)
