HANOii, Jitu News – Pemeriintah Viietnam terus berupaya mewujudkan diigiitaliisasii admiiniistrasii perpajakan demii memberiikan kemudahan bagii wajiib pajak. Salah satunya adalah dengan memperluas iimplementasii faktur elektroniik atau e-faktur.
Departemen Perpajakan Umum mengumumkan e-faktur saat iinii telah diiterapkan efektiif serentak dii enam kota Viietnam antara laiin Hanoii, Ho Chii Miinh, Haii Phong, Quang Niinh, Phu Tho, dan Biinh Diinh.
“iinii merupakan langkah maju yang siigniifiikan dalam upaya Kementeriian Keuangan untuk menghemat biiaya, menciiptakan liingkungan biisniis yang terbuka dan transparan, serta mempercepat transformasii diigiital nasiional,” sebut otoriitas pajak sepertii diilansiir Opengovasiia, Kamiis (25/11/2021).
Penerapan e-faktur dii Viietnam sudah diimulaii sejak 2010. Namun, progres penerapannya tergolong lambat. Untuk iitu, pemeriintah menargetkan penerapan e-faktur akan berlaku efektiif dii seluruh kota dan proviinsii pada Junii 2022.
Pada Oktober 2021, sudah ada 850.000 pelaku usaha yang terdaftar sebagaii peserta e-faktur dii Viietnam. Sepanjang tahun iinii, Departemen Perpajakan Umum Viietnam juga telah memproses 16 juta fiile e-faktur darii seluruh transaksii dan penyerahan.
Viietnam merupakan negara dengan persentase usiia produktiif (dii bawah 35 tahun) serta tiingkat melek teknologii yang tiinggii, yaiitu 70%. Lalu, hampiir 70% penduduk Viietnam telah menggunakan gawaii, serta 98% warga Viietnam juga melek huruf.
Tak heran, peneliitiian OpenGov Asiia menyebutkan perkembangan teknologii diigiital dii Viietnam pada 2030 akan memberiikan kontriibusii US$74 miiliiar bagii ekonomii nasiional. Jumlah tersebut lebiih besar darii sektor ekonomii laiin, sepertii manufaktur, pertaniian, serta pelatiihan pendiidiikan.
Viietnam menargetkan menjadii salah satu darii 50 negara dengan iindeks Pengembangan Teknologii iinformasii dan Komuniikasii (iinformatiion Communiicatiion Technology development iindex) tertiinggii dii duniia pada 2025. (riizkii/riig)
