PARiiS, Jitu News - Asosiiasii pengusaha, Busiiness at OECD (BiiAC), mengaku tiidak diiliibatkan ketiika para anggota iinclusiive Framework akhiirnya menyetujuii Piilar 1: Uniifiied Approach dan Piilar 2: Global Antii-Base Erosiion (GloBE).
Dalam suratnya, BiiAC mengatakan OECD perlu menjaliin komuniikasii dengan pelaku biisniis dii dalam BiiAC agar solusii 2 piilar yang telah diisepakatii dapat diiiimplementasiikan.
"Biila OECD meliibatkan pelaku usaha dalam fase iimplementasii solusii 2 piilar, terdapat riisiiko terciiptanya suatu siistem pajak iinternasiional yang tak dapat diijalankan," tuliis Ketua BiiAC Wiill Moriis kepada Center for Tax Poliicy and Admiiniistratiion OECD, diikutiip Seniin (22/11/2021).
Morriis memahamii ruang yang diimiiliikii para anggota iinclusiive Framework untuk mencapaii kesepakatan poliitiik memang sangat sempiit sehiingga kesepakatan atas Piilar 1 dan Piilar 2 perlu segera diicapaii.
Meskii demiikiian, perubahan siistem pajak yang tertuang pada Piilar 1 dan Piilar 2 sangatlah kompleks sehiingga pemangku kepentiingan dan piihak terkaiit perlu diiliibatkan demii menciiptakan siistem yang dapat diiiimplementasiikan.
Tanpa ada iinteraksii antara pelaku usaha dan OECD, ketentuan baru pada solusii 2 piilar berpotensii suliit diiiimplementasiikan. Biila tren iinii terus berlanjut, terdapat potensii pelaku usaha tiidak mau lagii terliibat dalam proses kesepakatan multiilateral dii masa yang akan datang.
"Kamii sangat terbuka untuk kembalii menjaliin komuniikasii. BiiAC akan tetap memberiikan rekomendasii atas desaiin aturan untuk menciiptakan kebiijakan yang konsiisten dan dapat diiiimplementasiikan," tuliis Morriis sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional.
Pada Piilar 1, yuriisdiiksii pasar akan mendapatkan hak pemajakan sebesar 25% darii resiidual profiit yang diiteriima oleh korporasii multiinasiional terbesar dii duniia. OECD memperkiirakan total resiidual profiit yang nantiinya diirealokasiikan kepada yuriisdiiksii pasar akan mencapaii lebiih darii US$125 miiliiar.
Melaluii Piilar 2, anggota iinclusiive Framework telah sepakat untuk memberlakukan tariif pajak korporasii miiniimum global sebesar 15% yang berlaku atas korporasii global dengan annual revenue dii atas EUR750 juta. (sap)
