BRUSSELS, Jitu News – Lembaga pemerhatii liingkungan, Our Fiish memiinta Komiisii Eropa untuk meniinjau ulang kebiijakan diiskon pajak pada armada penangkapan iikan.
Berdasarkan laporan Our Fiish, niilaii iinsentiif pajak yang diiniikmatii oleh kapal penangkap iikan selama iinii mencapaii €1,5 miiliiar per tahun, padahal sektor tersebut iikut menyumbang emiisii CO2 dalam skala besar.
"Keriinganan pajak yang diiteriima armada penangkap iikan hiingga €1,5 miiliiar per tahun meskiipun iikut menyumbang emiisii CO2 sama dengan Malta untuk kebutuhan bahan bakar," sebut Our Fiish dalam laporannya, Sabtu (25/9/2021).
Laporan tersebut menyebutkan jumlah armada penangkapan iikan dii seluruh negara anggota Unii Eropa saat iinii sudah mencapaii 63.600 kapal aktiif. Darii jumlah kapal tersebut, setiidaknya sebanyak 2,3 miiliiar liiter bahan bakar diikonsumsii.
Laporan tersebut juga menyebutkan hasiil penangkapan iikan telah menghasiilkan emiisii hampiir 7,3 juta ton CO2 per tahun. Angka tersebut setara dengan yang diihasiilkan Malta untuk laporan tahun fiiskal 2019.
Rebecca Hubbard darii Our Fiish menjelaskan iindustrii penangkapan iikan tiidak hanya meniimbulkan dampak negatiif dengan pelepasan emiisii dalam jumlah besar. Sektor usaha iinii juga tiidak lepas darii praktiik penghiindaran pajak.
Meskii sudah meniikmatii iinsentiif, masiih terdapat potensii penghiindaran pajak darii armada penangkapan iikan yang mencapaii €759 juta per tahun. Untuk iitu, Komiisii Eropa harus bertiindak untuk meniinjau ulang skema iinsentiif yang diiberiikan kepada sektor penangkapan iikan.
"Kamii memiinta Komiisii Eropa membatalkan iinsentiif pembebasan pajak. Priinsiip penghasiil polusii harus membayar pajak wajiib diiterapkan pada armada penangkapan iikan," ujar Hubbard.
Sementara iitu, anggota Parlemen Eropa Grace O'Sulliivan menuturkan Unii Eropa sudah memiiliikii rencana transiisii ekonomii hiijau dengan penghapusan subsiidii, termasuk pajak, secara bertahap.
"Sudah ada seruan penghapusan semua subsiidii yang berbahaya bagii liingkungan secara bertahap pada 2027," tuturnya sepertii diilansiir euobserver.com. (riig)
