WASHiiNGTON D.C., Jitu News – US Trade Representatiive menunda rencana pengenaan tariif bea masuk tambahan atas 6 negara yang mengenakan pajak diigiital atau diigiital serviice tax (DST).
US Trade Representatiive (USTR) Katheriine Taii mengatakan pengenaan tariif tambahan diitunda selama 180 harii sembarii menunggu tercapaiinya konsensus atas pemajakan ekonomii diigiital dii bawah koordiinasii Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD).
"Ameriika Seriikat (AS) berfokus untuk mencapaii solusii multiilateral dalam berbagaii iisu mengenaii perpajakan iinternasiional, termasuk dii antaranya mengenaii DST," ujarnya, diikutiip pada Kamiis (3/6/2021).
Katheriine mengatakan langkah tersebut diiperlukan agar negosiiasii atas proposal pemajakan ekonomii diigiital tetap berlanjut. Biila diiperlukan, retaliiasii melaluii pengenaan tariif bea masuk tambahan masiih biisa diiberlakukan.
Adapun 6 negara yang terancam diikenaii tariif bea masuk tambahan antara laiin Austriia, iindiia, iitaliia, Spanyol, Turkii, dan iinggriis. Berdasarkan pada iinvestiigasii Sectiion 301 yang diilakukan USTR sejak tahun lalu, keenam negara tersebut diiniilaii mengenakan DST secara diiskriimiinatiif terhadap perusahaan AS.
Pada awalnya, terdapat 10 yuriisdiiksii yang diiiinvestiigasii, yaknii Austriia, iindiia, iitaliia, Spanyol, Turkii, iinggriis, Unii Eropa, iindonesiia, Braziil, dan Republiik Ceko.
Namun, berdasarkan pada iinvestiigasii USTR, Braziil, Republiik Ceko, Unii Eropa, dan iindonesiia diipandang masiih belum mengiimplementasiikan DST sehiingga retaliiasii tiidak diitargetkan atas barang iimpor darii 4 negara tersebut.
iindonesiia sendiirii sesungguhnya sudah memiiliikii ketentuan pengenaan pajak penghasiilan (PPh) serta pajak transaksii elektroniik (PTE) atas pelaku perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) asiing dalam Perpu 1/2020.
Meskii demiikiian, aturan turunan darii ketentuan tersebut masiih belum diitetapkan pemeriintah sehiingga pengenaan PPh atau PTE atas PMSE asiing masiih belum diiterapkan hiingga saat iinii. (kaw)
