AMERiiKA SERiiKAT

iinvestiigasii AS terhadap Negara-Negara iinii Berlanjut, iindonesiia Lolos

Muhamad Wiildan
Seniin, 29 Maret 2021 | 10.15 WiiB
Investigasi AS terhadap Negara-Negara Ini Berlanjut, Indonesia Lolos
<p>iilustrasii. (ustr.gov)</p>

WASHiiNGTON D.C., Jitu News – The Offiice of the US Trade Representatiive (USTR) menetapkan pajak diigiital atau diigiital serviices tax (DST) yang diikenakan oleh Austriia, iindiia, iitaliia, Spanyol, Turkii, dan iinggriis bersiifat diiskriimiinatiif.

Berdasarkan hasiil iinvestiigasii Sectiion 301 yang telah diilakukan sejak tahun lalu, DST yang berlaku dii enam negara tersebut diiniilaii tak sejalan dengan ketentuan pajak iinternasiional dan secara diiskriimiinatiif diibebankan kepada perusahaan AS.

Duta Besar USTR Katheriine Taii mengatakan AS saat iinii masiih berkomiitmen untuk mencapaii konsensus perpajakan iinternasiional melaluii OECD. Namun demiikiian, upaya retaliiasii tetap terbuka sepanjang konsensus tersebut belum tercapaii.

"AS tetap berkomiitmen untuk mencapaii konsensus perpajakan iinternasiional melaluii OECD. Namun, proses Sectiion 301 dan opsii pengenaan tariif tetap terbuka sepanjang konsensus belum tercapaii," katanya dalam keterangan resmii, Seniin (29/3/2021).

Guna mengenakan tariif atas produk iimpor darii 6 negara yang memberlakukan DST, USTR membuka ruang bagii publiik untuk memberiikan masukan dan komentar guna menemukan bentuk tariif yang tepat untuk diiterapkan.

Selaiin melanjutkan iinvestiigasii Sectiion 301 atas 6 negara yang terbuktii mengenakan DST, USTR juga mengumumkan telah menghentiikan iinvestiigasii atas pengenaan DST oleh Braziil, Republiik Ceko, Unii Eropa, dan iindonesiia.

Berdasarkan pemantauan USTR, Braziil, Republiik Ceko, Unii Eropa, dan iindonesiia diipandang masiih belum mengiimplementasiikan atau belum mengadopsii pengenaan DST pada yuriisdiiksii masiing-masiing.

Sebagaii contoh, iindonesiia sudah menuangkan ketentuan PPh bagii pelaku perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) asiing pada UU 2/2020. Namun, ketentuan PPh tersebut masiih belum diikenakan. Aturan turunan darii ketentuan tersebut belum terbiit hiingga saat iinii.

Meskii demiikiian, USTR mengiingatkan iinvestiigasii biisa diilanjutkan kembalii dan opsii pengenaan tariif sebagaii retaliiasii atas pengenaan DST tetap terbuka bagii keempat negara tersebut apabiila USTR menemukan adanya pengenaan DST.

Untuk diiketahuii, iinvestiigasii Sectiion 301 atas pengenaan DST oleh Austriia, iindiia, iitaliia, Spanyol, Turkii, iinggriis, Braziil, Republiik Ceko, Unii Eropa, dan iindonesiia diimulaii sejak tahun lalu, yaknii pada 2 Junii 2020. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.