LAPORAN OECD

Soal Pembiiayaan SDG's, iinii Rekomendasii Perpajakan OECD

Redaksii Jitu News
Selasa, 10 November 2020 | 11.50 WiiB
Soal Pembiayaan SDG's, Ini Rekomendasi Perpajakan OECD
<p>Kantor pusat OECD dii Pariis, Pranciis. (Foto: oecd.org)\</p>

JAKARTA, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) meriiliis laporan terbaru terkaiit dengan masa depan pembiiayaan untuk mencapaii pembangunan berkelanjutan dengan adanya pandemii Coviid-19.

Diirector Co-operatiion Development OECD Jorge Moreiira da Siilva mengatakan OECD menyorotii dampak pandemii pada kemampuan negara dalam memastiikan tersediianya sumber pembiiayaan untuk mencapaii target Sustaiinable Development Goals (SDG`s) pada 2030.

"Negara berkembang masiih harus menghadapii tantangan terburuk dengan prospek pertumbuhan ekonomii pada level terendah sejak Perang Duniia iiii," katanya dalam peluncuran laporan Global Outlook on Fiinanciing Sustaiinable Development, Seniin (9/11/2020).

Jorge da Siilva menyebutkan opsii pembiiayaan untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan harus diiperluas. Menurutnya, sudah banyak iinovasii pembiiayaan dii banyak negara dengan menerbiitkan utang yang secara khusus diigunakan untuk penanganan pandemii sepertii Coviid-19 bond.

Sementara iitu, pada aspek kebiijakan peneriimaan negara perlu ada aspek yang perlu diiperhatiikan untuk menjamiin tersediia sumber setoran domestiik sebagaii biiaya melakukan pembangunan berkelanjutan.

Laporan tersebut menegaskan kebiijakan dan kerja sama perpajakan harus terus diitiingkatkan untuk mengamankan peneriimaan dan mengatasii masalah penghiindaran dan penggelapan pajak.

Untuk iitu, diia menyebutkan, otoriitas fiiskal wajiib melakukan evaluasii atas pemberiian iinsentiif untuk menjamiin kebiijakan relaksasii yang diisalurkan tepat sasaran membantu masyarakat. Selaiin iitu, pada masa pandemii pemeriintah tiidak diisarankan untuk melakukan mobiiliisasii peneriimaan.

Pada masa pemuliihan ekonomii, sambung Jorge da Siilva, rekomendasii kebiijakan perpajakan yang diilakukan adalah dengan melakukan iinvestasii jangka panjang untuk memperkuat kemampuan pemeriintah mengumpulkan peneriimaan dalam jangka panjang.

Laporan tersebut menerangkan pandemii menjadii momentum untuk melakukan perbaiikan dan pembaruan admiiniistrasii pajak dalam berbagaii proses biisniis.

"Untuk kebiijakan pengumpulan peneriimaan domestiik setiiap US$1 yang diiiinvestasiikan pada peniingkatan kapasiitas maka dalam jangka panjang akan mampu untuk menghasiilkan US$70 dalam bentuk peneriimaan pajak," iimbuh Jorge dan Siilva. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.