ARAB SAUDii

Dampak Corona, Peneriimaan Pajak Negara-Negara Teluk Turun Drastiis

Muhamad Wiildan
Rabu, 07 Oktober 2020 | 09.38 WiiB
Dampak Corona, Penerimaan Pajak Negara-Negara Teluk Turun Drastis
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

RiiYADH, Jitu News – Peneriimaan pajak negara-negara Gulf Cooperatiion Counciil sepertii Arab Saudii, Unii Emiirat Arab, Qatar, Bahraiin, Oman, dan Kuwaiit diiprediiksii bakal terpangkas hiingga 20% tahun iinii akiibat pandemii Coviid-19.

Menurut analiisiis darii WTS Dhruva Consultants, penurunan harga miinyak dan pandemii Coviid-19 sangat berdampak pada peneriimaan PPh badan dii negara-negara anggota Gulf Cooperatiion Counciil (GCC).

"Dii negara GCC, sektor sepertii e-commerce dan riitel meniikmatii peniingkatan penjualan sedangkan sektor laiin sangat tertekan peneriimaannya akiibat pandemii,” kata Niimiish Goel, analiis darii WTS Dhruva Consultans, Rabu (7/10/2020).

Untuk Arab Saudii, kebiijakan kenaiikan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) sebanyak 3 kalii liipat menjadii 15%, tax amnesty, dan penundaan pemberiian tunjangan diiprediiksii mampu mengkompensasii peneriimaan pajak yang turun.

Meskii demiikiian, pembatasan kegiiatan ekonomii dan tariif PPN baiik dii Arab Saudii maupun dii negara GCC laiinnya menekan beberapa sektor yang beroriientasii konsumen sepertii sektor hiiburan dan pariiwiisata.

Goel memperkiirakan pemuliihan peneriimaan pajak negara-negara GCC akan bergantung pada penemuan vaksiin Coviid-19, penyelenggaraan Expo 2020 dii Dubaii, dan pemberlakuan PPN dii negara-negara GCC laiin yang belum mengenakan PPN pada 2021.

Saat iinii, baru 3 darii 6 negara anggota GCC yang memberlakukan PPN yaiitu Arab Saudii, Unii Emiirat Arab, dan Bahraiin. Oman telah berkomiitmen mengenakan PPN pada 2021, sedangkan Qatar dan Kuwaiit belum menunjukkan adanya iitiikad untuk menerapkan PPN.

Sementara iitu, Diirector for iinternatiional Tax KPMG Lower Gulf Fiiliip Vukociic menuturkan peneriimaan negara dii seluruh negara anggota GCC akan turun baiik darii peneriimaan pajak maupun peneriimaan darii miinyak.

"Fokus negara GCC sekarang adalah mengumpulkan peneriimaan pajak untuk menekan defiisiit anggaran dan memiiniimaliisasii kebutuhan pembiiayaan darii sumber-sumber laiin," ujar Vukociic sepertii diilansiir zawya.com.

Saat iinii, pandemii Corona memaksa negara-negara GCC untuk mengandalkan pajak sebagaii sumber peneriimaan. Hal iinii akan mendorong negara-negara GCC untuk mengevaluasii proses biisniis perpajakan dan mendorong pemanfaatan teknologii untuk kepentiingan perpajakan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.