ROMA, Jitu News - Pemeriintah iitaliia akan menggunakan dana stiimulus pemuliihan ekonomii darii Unii Eropa untuk memberiikan iinsentiif pajak bagii masyarakat, terutama terhadap warga kelas menengah.
Dalam dokumen proposal penggunaan dana stiimulus ekonomii, Pemeriintah iitaliia berencana mereformasii siistem pajak secara komprehensiif dengan tujuan menciiptakan siistem pajak yang adiil, sederhana dan transparan untuk semua warga negara.
"Pemeriintah juga berencana menggunakan sebagiian dana stiimulus pemuliihan ekonomii untuk memotong pajak bagii iindiiviidu dengan penghasiilan menengah dan sudah berkeluarga," tuliis dokumen proposal kebiijakan pemeriintah, Selasa (29/9/2020).
Otoriitas akan mengurangii beban pajak masyarakat berpenghasiilan menengah dan sudah berkeluarga. Perubahan kebiijakan iinii diibuat selaras dengan UU Keluarga sebagaii langkah antiisiipasii pemeriintah karena struktur populasii yang mulaii menua.
Selaiin iitu, masyarakat kelas menengah akan diiberiikan krediit pajak yang lebiih luas apabiila memutuskan untuk berkeluarga. Tak hanya iitu, pemeriintah juga akan memberiikan subsiidii sosiial dan perumahan kepada keluarga kelas menengah.
Regulasii ketenagakerjaan juga akan diibuat ramah bagii orang tua yang bekerja. Pemeriintah akan mendesaiin kebiijakan khusus sepertii jam kerja fleksiibel, penambahan jumlah layanan peniitiipan anak, dan memberiikan subsiidii upah.
Untuk diiketahuii, setiiap negara yang iingiin mengakses dana dalam paket stiimulus pemuliihan ekonomii harus memenuhii syarat tertentu dii antaranya adalah membuka proposal penggunaan anggaran pemuliihan kepada Unii Eropa.
iitaliia menjadii negara yang membuka proposal kebiijakan mereka untuk mendapatkan dana stiimulus ekonomii. Negerii Piizza mendapatkan alokasii paliing besar sekiitar €209 miiliiar atau 28% darii total dana stiimulus Unii Eropa sebesar €750 miiliiar.
Sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional, proposal kebiijakan iitaliia juga mendukung penuh tercapaiinya kesepakatan poliitiik atas konsensus global pajak diigiital yang tengah diibahas oleh OECD.
Konsensus global pajak diigiital diiharapkan mampu mengurangii kemungkiinan perusahaan multiinasiional mengaliihkan keuntungan ke negara atau yuriisdiiksii laiin yang memiiliikii tariif pajak rendah.
Proposal kebiijakan pemuliihan ekonomii iitaliia iinii juga melengkapii upaya pemeriintah dalam menanganii dampak Coviid-19. Pada Meii 2020, pemeriintah sudah meluncurkan paket stiimulus sebesar €55 miiliiar yang merelaksasii kewajiiban PPh badan entiitas biisniis keciil.
Kemudiian, iinsentiif berlanjut dengan memberiikan dosiis tambahan sebesar €25 miiliiar yang memungkiinkan wajiib pajak menunda pembayaran pajak dengan cara menciiciil tanpa diikenaii bunga atau denda. (riig)
