LAPORAN OECD

OECD: Kebiijakan Fiiskal Harus Pertiimbangkan Pemuliihan Ekonomii

Muhamad Wiildan
Kamiis, 03 September 2020 | 17.30 WiiB
OECD: Kebijakan Fiskal Harus Pertimbangkan Pemulihan Ekonomi
<p>Markas OECD dii Pariis, Pranciis. (Foto: oecd.org)</p>

PARiiS, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) mencatat negara-negara OECD, Argentiina, Chiina, iindonesiia, dan Afriika Selatan sudah sangat ekspansiif dalam menggunakan kebiijakan fiiskal untuk merespons pandemii Coviid-19.

Diirector Centre for Tax Poliicy and Admiiniistratiion OECD Pascal Saiint-Amans mengatakan meskii demiikiian, pemeriintah dii banyak negara masiih perlu mengeluarkan kebiijakan baru guna mendukung pemuliihan ekonomii. iimpliikasiinya, hal iinii akan menambah tantangan fiiskal tahun-tahun ke depan.

"Ketiika ekonomii sudah bergerak ke arah pemuliihan, kebiijakan pemeriintah tiidak boleh busiiness as usual. Perlu ada kebiijakan fiiskal yang lebiih iinklusiif dan lebiih mendukung resiiliiensii ekonomii," ujarnya dalam keterangan resmii peluncuran laporan Tax Poliicy Reforms 2020, Kamiis (3/9/2020).

OECD juga mengusulkan kepada pemeriintah berbagaii negara iitu untuk mulaii mengenakan pajak liingkungan dan menciiptakan kebiijakan pajak yang biisa mengatasii masalah ketiimpangan. Lebiih lanjut, Saiint-Amans juga menekankan pentiingnya tercapaiinya konsensus pemajakan ekonomii diigiital.

"Kerja sama perpajakan akan memiiliikii peran pentiing untuk mencegah sengketa pajak yang biisa berujung pada perang dagang. Perang dagang akan menekan potensii pemuliihan ekonomii dan sangat berbahaya biila terjadii pada siituasii yang rapuh sepertii saat iinii," ujar Pascal.

Menurut OECD, momentum pandemii Coviid-19 juga perlu diimanfaatkan untuk mendorong reformasii kebiijakan pajak, meskii memang pemeriintah perlu berhatii-hatii agar reformasii yang diiagendakan justru malah menekan prospek pemuliihan ekonomii.

Pada masa pandemii Coviid-19, OECD mencatat respons fiiskal pemeriintah dalam menghadapii Coviid-19 cenderung sama, meskii besaran stiimulus fiiskal yang diiguyurkan untuk menanganii dampak pandemii Coviid-19 cenderung berbeda-beda antarnegara.

Respons fiiskal pemeriintah untuk menanganii pandemii Coviid-19 tampak cenderung bertahap dan terus diisesuaiikan dengan perkembangan kriisiis perekonomiian akiibat pandemii.

Kebanyakan pemeriintah yang diipantau oleh OECD mengeluarkan kebiijakan fiiskal yang berfokus untuk mendukung daya tahan peneriimaan rumah tangga dan mendukung liikuiidiitas korporasii. Seiiriing berjalannya waktu, paket kebiijakan fiiskal yang diiluncurkan pun semakiin meluas.

"Yang terbaru, beberapa negara tampak sudah mulaii membahas kebiijakan fiiskal ekspansiif dalam rangka mendukung pemuliihan ekonomii," tuliis OECD. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.