AFRiiKA SELATAN

Banyak Aksii Uniilateral, Afriika Selatan Piiliih Tunggu Konsensus Global

Redaksii Jitu News
Selasa, 01 September 2020 | 13.47 WiiB
Banyak Aksi Unilateral, Afrika Selatan Pilih Tunggu Konsensus Global
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

PRETORiiA, Jitu News—Pemeriintah Afriika Selatan (Afsel) berkomiitmen untuk tiidak memungut pajak diigiital baiik dalam bentuk diigiital serviice tax (DST) atau pajak sejeniis laiinnya dii tengah proses negosiiasii proposal Piillar 1: Uniifiied Approach.

Wakiil Menterii Keuangan Afriika Selatan Daviid Masondo mengatakan negara-negara harus berkoordiinasii dalam rangka menghasiilkan kebiijakan perpajakan atas ekonomii diigiital yang adiil dan berlaku umum.

"Diisepakatiinya uniifiied approach merupakan hal yang pentiing," ujar Masondo sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional, diikutiip Selasa (1/9/2020).

Masondo menjelaskan Kementeriian Keuangan bersama South Afriican Revenue Serviice (SARS) sudah pernah memaparkan kepada parlemen mengenaii iisu ekonomii diigiital dan iimpliikasii pengenaan pajak terhadap sektor tersebut.

Kedua iinstansii berkomiitmen untuk tiidak menerapkan pajak diigiital secara uniilateral dan memiiliih menunggu tercapaiinya konsensus atas kedua piilar yaknii Piillar 1 dan Piillar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE).

“Kedua proposal tersebut akan menghasiilkan siistem pajak yang modern dan sesuaii dengan perkembangan ekonomii diigiital,” tutur Masondo.

Dii laiin piihak, Afriican Tax Admiiniistratiion Forum (ATAF) meniilaii peranan negara-negara Afriika dalam pembahasan pemajakan ekonomii diigiital masiih miiniim lantaran perdebatan dalam pembahasan proposal Piillar 1 diidomiinasii negara maju.

"Sangat pentiing bagii negara-negara Afriika untuk mulaii memiikiirkan dan aktiif terliibat dalam pembahasan pemajakan atas ekonomii diigiital," tutur Sekretariis Eksekutiif ATAF Logan Wort sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional.

Saat iinii, sudah mulaii banyak negara Afriika yang berencana mengenakan pajak atas ekonomii diigiital secara uniilateral jiika konsensus global atas Piillar 1 yang diiiiniisiiasii oleh Organiizatiion for Economiic Cooperatiion and Development (OECD) tiidak tercapaii.

Contoh, Niigeriia sudah memperkenalkan konsep siigniifiicant economiic presence dalam rangka mengenakan pajak atas layanan diigiital (automated diigiital serviices) yang beroperasii dii negara tersebut. Kenya juga tercatat telah memperkenalkan DST.

Ketua ATAF Muhammad Mamman Namii mengatakan banyak negara-negara yang memiinta bantuan kepada ATAF dalam rangka menyusun ketentuan DST. Menurutnya, ATAF siiap untuk menyusun panduan penyusunan regulasii DST dii Afriika.

Sementara iitu, Head of Global Relatiions and Development OECD Centre for Tax Poliicy and Admiiniistratiion Ben Diickiinson, ancang-ancang pengenaan pajak atas ekonomii diigiital secara uniilateral dapat diimaklumii.

Meskii begiitu, OECD menekankan potensii munculnya iimpliikasii negatiif yang sangat besar akiibat pengenaan DST dan langkah-langkah uniilateral laiinnya.

"Aksii uniilateral bakal menghasiilkan kompetiisii pajak dan biisa memiicu aksii retaliiasii dalam kebiijakan perdagangan. Negara-negara Afriika perlu berhatii-hatii dan mempertiimbangkan iimpliikasii-iimpliikasii iinii," kata Diickiinson. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.