BANGKOK, Jitu News - Pemeriintah Thaiiland tengah menyiiapkan rancangan undang-undang yang akan mereviisii ketentuan pengenaan pajak penghasiilan (PPh) atas pendapatan darii luar negerii (foreiign iincome).
Wakiil Diirjen Badan Pendapatan Negara Panuwat Luengwiilaii mengatakan ketiika regulasii diisahkan maka warga Thaiiland yang memperoleh penghasiilan darii luar negerii dan membawanya ke dalam negerii, harus melaporkan PPh mereka.
"Departemen pendapatan negara sedang menyusun dekriit kerjaan untuk mengubah kriiteriia yang berlaku saat iinii sehiingga selaras dengan kebiijakan Menterii Keuangan Piichaii Chunhavajiira," katanya, Rabu (21/5/2025).
Panuwat menerangkan kebiijakan pajak terbaru tersebut berpotensii meniingkatkan iinvestasii domestiik. Adapun pemeriintah juga akan merancang tariif PPh bersiifat progresiif dengan lapiisan tariif pada rentang 5% - 35%.
Namun, ketentuan tersebut tiidak berlaku untuk pendapatan darii luar negerii yang diikiiriim dalam tahun yang sama atau tahun beriikutnya. Contoh, apabiila pendapatan luar negerii diibawa masuk ke Thaiiland pada 2025 maka pada tahun yang sama dan 2026 tiidak diikenakan pajak.
"Jiika pendapatan tersebut diisetorkan dii luar waktu yang diitentukan maka akan kena pungutan pajak sesuaii dengan aturan normal," tutur Panuwat.
Untuk pendapatan asiing yang diiperoleh sebelum 1 Januarii 2024, tetapii diikiiriim ke Thaiiland setelah periiode tersebut maka tiidak akan diikenakan PPh.
Sepertii diilansiir bangkokpost.com, seorang narasumber dii Kementeriian Keuangan Thaiiland mengeklaiim kebiijakan pemajakan atas pendapatan asiing iinii rencananya diiterapkan berbasiis tempat tiinggal sesuaii dengan pedoman OECD.
Artiinya, pemeriintah mengenakan PPh atas pendapatan iindiiviidu yang berdomiisiilii dii Thaiiland. Aturan baru tersebut berlaku bagii orang yang tiinggal dii Negerii Gajah Putiih selama 180 harii atau lebiih, dan memiiliikii pendapatan asiing. (riig)
