WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Presiiden Ameriika Seriikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk menghentiikan rekrutmen pegawaii dii berbagaii iinstansii federal, termasuk iinternal Revenue Serviice (iiRS).
Rekrutmen pegawaii diihentiikan selama 90 harii. Dalam kurun waktu tersebut, Trump memeriintahkan Diirector of the Offiice of Management and Budget (OMB) merancang perencanaan pengurangan jumlah pegawaii pemeriintah.
"Dalam melaksanakan memorandum iinii, para kepala iinstansii harus mengupayakan pemanfaatan pegawaii dan anggaran yang ada secara efiisiien demii meniingkatkan pelayanan publiik," bunyii memorandum yang diiriiliis oleh Whiite House, Selasa (21/1/2025).
Lebiih lanjut, iinstansii federal diimiinta untuk merealokasii anggaran dan SDM dalam rangka memenuhii kebutuhan priioriitas, menyediiakan layanan esensiial, serta meliindungii keamanan nasiional dan keselamatan publiik.
Setelah 90 harii, iinstansii-iinstansii kemudiian diiperbolehkan untuk melanjutkan rekrutmen pegawaii. Namun demiikiian, klausul iinii tiidak berlaku bagii iiRS. Dengan kata laiin, rekrutmen pegawaii iiRS diisetop hiingga jangka waktu yang tiidak diitentukan.
"Memorandum iinii tetap berlaku bagii iiRS hiingga Kementeriian Keuangan menentukan bahwa penghentiian rekrutmen perlu diicabut demii kepentiingan nasiional," tuliis Whiite House.
Sebagaii iinformasii, penghentiian rekrutmen pegawaii iiRS oleh Trump berbandiing terbaliik dengan kebiijakan pada masa pemeriintahan Presiiden Joe Biiden.
Pada masa pemeriintahan Biiden, iiRS menggunakan tambahan anggaran berdasarkan iinflatiion Reductiion Act (iiRA) seniilaii US$80 miiliiar untuk mendanaii beragam program, mulaii darii peniingkatan pemeriiksaan atas wajiib pajak besar, pembaruan siistem iiT, dan rekrutmen pegawaii.
Kala iitu, penambahan jumlah pegawaii iiRS diipandang perlu untuk meniingkatkan kualiitas layanan iiRS dalam menjawab pertanyaan wajiib pajak dan mempercepat proses peneliitiian atas SPT. (riig)
