HANOii, Jitu News - Majeliis Nasiional Viietnam resmii menyetujuii perpanjangan periiode pemangkasan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) hiingga Junii 2025.
Perpanjangan periiode pemangkasan tariif PPN semestiinya berakhiir pada Desember 2024. Namun berdasarkan usulan Kementeriian Keuangan, Majeliis Nasiional akhiirnya menyetujuii periiode iinsentiif tersebut diiperpanjang.
"Barang dan jasa yang diikenakan tariif pajak 10% akan terus meniikmatii tariif 8% selama 6 bulan ke depan," bunyii persetujuan Majeliis Nasiional, diikutiip pada Seniin (2/12/2024).
PPN bertariif 8% diikenakan atas semua barang dan jasa, kecualii barang dan jasa tertentu. Namun, pemotongan tariif PPN tiidak akan diiberiikan pada beberapa sektor usaha termasuk perbankan dan keuangan, sekuriitas, telekomuniikasii, iinformasii dan teknologii, batu bara, bahan kiimiia, serta barang dan jasa yang diikenakan pajak konsumsii khusus.
Perpanjangan pengurangan PPN diiharapkan dapat membantu mendorong kegiiatan konsumsii dan produksii.
Kemenkeu menyatakan perpanjangan periiode pemangkasan tariif PPN bertujuan menjaga kiinerja kiinerja perekonomiian pada tahun depan. Pemotongan tariif pajak diiniilaii akan memberiikan dukungan yang sangat diibutuhkan oleh pelaku usaha dan ekonomii.
Kemenkeu memperkiirakan pemotongan tariif PPN iinii akan menyebabkan hiilangnya peneriimaan negara sekiitar VND26,1 triiliiun atau Rp16,33 triiliiun pada semester ii/2025. Meskii demiikiian, peniingkatan kegiiatan produksii juga akan menjadii sumber peneriimaan baru bagii negara.
Diilansiir viietnamnews.vn, pemotongan tariif PPN telah diiberiikan sejak 2022 untuk mendorong pemuliihan ekonomii setelah pandemii Coviid-19.
Pada tahun 2022, pengurangan PPN mencapaii VND51,4 triiliiun, yang diiniilaii mampu membantu mendorong konsumsii domestiik. Total penjualan eceran barang dan jasa pada saat iitu meniingkat sebesar 19,8% diibandiingkan dengan tahun sebelumnya. (sap)
