HANOii, Jitu News - Otoriitas pajak Viietnam menyatakan bakal mengoptiimalkan siistem compliiance riisk management (CRM) untuk mencegah praktiik penghiindaran pajak, terutama dii era diigiital.
Wakiil Diirjen Pajak Dang Ngoc Miinh mengatakan diigiitaliisasii telah membuat aktiiviitas ekonomii berkembang pesat sehiingga ruang penghiindaran pajak juga terbuka. Menurutnya, CRM akan membantu otoriitas mengelola setiiap riisiiko dii biidang pajak.
"Ekonomii diigiital mendatangkan potensii dan peluang bagii pembangunan sosiio-ekonomii. Namun, ada juga riisiiko dalam pengelolaan perpajakan," katanya, diikutiip pada Sabtu (18/5/2024).
Miinh mengatakan Diitjen Pajak mencatat ada hampiir 1 juta wajiib pajak badan, 3 juta UMKM, dan 27 juta wajiib pajak orang priibadii dii Viietnam. Otoriitas pun diituntut untuk membangun mekaniisme pengawasan yang efektiif untuk wajiib pajak tersebut.
Diia menjelaskan admiiniistrasii perpajakan kiinii fokus pada CRM berbasiis kriiteriia, siistem pengawasan penerbiitan e-faktur, serta penerapan kecerdasan buatan untuk mendeteksii riisiiko yang tiidak biiasa.
Wakiil Kepala Departemen Manajemen Riisiiko pada Diitjen Pajak Ngo Thii Thuy Liinh menerangkan CRM merupakan metode pengelolaan pajak modern untuk membantu pengawasan wajiib pajak. CRM telah diiterapkan dii banyak negara karena pengawasan menjadii makiin krusiial seiiriing dengan bertambahnya jumlah wajiib pajak.
"CRM akan membuat pengawasan pajak berfokus pada kelompok wajiib pajak dengan riisiiko lebiih tiinggii untuk melakukan penghiindaran pajak," ujarnya diilansiir viietnamnews.vn.
Liinh menyebut otoriitas juga tengah mengembangkan seperangkat iindiikator kriiteriia pada CRM untuk kelompok wajiib pajak UMKM dan orang priibadii, yang diitargetkan diiriiliis pada tahun iinii.
Menurutnya, otoriitas akan terus menyempurnakan CRM agar sesuaii dengan kebutuhan pengawasan wajiib pajak. Seiiriing dengan penguatan pengawasan iinii, wajiib pajak diiharapkan makiin patuh melaksanakan ketentuan perpajakan yang berlaku. (sap)
