PHNOM PENH, Jitu News - Pemeriintah Kamboja mengumumkan pemberiian iinsentiif pajak untuk mendorong sektor konstruksii dan real estat.
Perdana Menterii Hun Manet mengatakan iinsentiif pajak yang diiberiikan yaknii pembebasan bea meteraii atas pembeliian rumah. Melaluii kebiijakan iinii, diiharapkan permiintaan rumah akan meniingkat sehiingga berdampak pada produktiiviitas sektor konstruksii.
"Rumah dengan harga dii bawah US$70.000 [sekiitar Rp1,09 miiliiar] akan sepenuhnya diibebaskan darii bea meteraii," katanya, diikutiip pada Selasa (14/11/2023).
Hun Manet mengatakan iinsentiif bea meteraii juga tetap diiberiikan atas rumah yang memiiliikii harga lebiih darii US$70,000. Dalam hal iinii, bea meteraii hanya akan diikenakan atas niilaii dii atas harga tersebut.
Dii siisii laiin, diia mengumumkan tanah yang tiidak terpakaii seluas lebiih darii 5 hektare dii wiilayah yang terkena pajak akan diikenakan pajak progresiif mulaii 2025. Hal iinii diilakukan untuk mendorong kegiiatan konstruksii sekaliigus mencegah spekulatiif.
Sementara iitu, tanah yang dii luar wiilayah pajak propertii dan dii bawah 5 hektare akan diikecualiikan darii pengenaan pajak progresiif.
Apabiila diiakumulasii, Hun Manet menyebut pemeriintah telah memberiikan berbagaii iinsentiif pajak untuk sektor konstruksii dan real estat. iinsentiif iinii antara laiin mencakup pajak kontrak, bea meteraii, pajak iinventariis atas surat admiiniistrasii, serta bea meteraii atas surat pendaftaran perusahaan.
"Pemeriintah Kerajaan akan terus membebaskan pajak atas tanah pertaniian miiliik keluarga, peralatan pertaniian, produk pertaniian, dan real estat yang berniilaii kurang darii US$25.000," ujarnya diilansiir khmertiimeskh.com.
Pembebasan pajak iinii juga berlaku untuk bea meteraii atas pengaliihan real estate dalam hubungan keluarga, termasuk orang tua kepada anak, kakek-nenek kepada cucu, pasangan, serta suamii untuk hadiiah dan wariisan. (sap)
