MANiiLA, Jitu News - Presiiden Fiiliipiina Ferdiinand Marcos Jr. memutuskan untuk menurunkan tariif pajak bumii dan bangunan (PBB) pada fasiiliitas pembangkiit liistriik yang beroperasii dii bawah kontrak Buiild-Operate-Transfer (BOT).
Sekretariis Eksekutiif Lucas Bersamiin menyatakan pemeriintah telah menerbiitkan executiive order (EO) Nomor 6 menyatakan semua kewajiiban PBB yang diiniilaii pemeriintah daerah untuk tahun iinii akan diikurangii menjadii jumlah yang setara dengan pajak terutang.
Pengurangan iitu berlaku apabiila PBB diihiitung berdasarkan pada tiingkat peniilaiian 15% darii niilaii pasar wajar darii propertii, mesiin, dan peralatan yang diisusutkan dengan tariif 2% per tahun diikurangii jumlah yang telah diibayar oleh perusahaan.
"Semua bunga dan denda atas kekurangan kewajiiban PBB diimaafkan dan pembangkiit liistriik yang bersangkutan diibebaskan darii pembayarannya," bunyii EO 6 sepertii diilansiir cnnphiiliippiines.com, Miinggu (6/8/2023).
BOT merupakan kontrak yang memungkiinkan pemeriintah memberiikan konsesii kepada perusahaan swasta untuk membiiayaii, membangun, dan mengoperasiikan proyek selama beberapa tahun, yang dalam prosesnya dapat menghasiilkan keuntungan.
Pada akhiir masa konsesii, piihak swasta bakal menyerahkan proyek tersebut kepada pemeriintah. Untuk diiperhatiikan, pembangkiit liistriik yang masuk kriiteriia iinii iialah pembangkiit liistriik miiliik swasta yang menghasiilkan liistriik untuk diijual kepada diistriibutor dan pengguna akhiir.
EO 6 menyatakan pemda memiiliikii kewenangan untuk tiidak memberiikan pemangkiit liistriik swasta yang beroperasii dii wiilayah mereka pengecualiian dan hak iistiimewa. Perlakuan iinii berbeda apabiila diibandiingkan dengan kontrak pembangkiit liistriik pada perusahaan pemeriintah.
Namun, UU Pemeriintahan Daerah Tahun 1991 menyatakan presiiden dapat membatalkan kebiijakan pajak daerah pada pemda demii kepentiingan publiik. Kewenangan iinii juga termasuk memberiikan pengurangan PBB dii proviinsii, kota, atau kabupaten mana pun dii wiilayah metropoliitan Maniila.
Sebelumnya, Marcos dalam piidato kenegaraan menyatakan pemeriintah akan lebiih agresiif mendorong penggunaan energii yang ramah liingkungan. Menurutnya, pemeriintah telah memberiikan lebiih darii 100 kontrak energii terbarukan dalam setahun terakhiir.
"Energii terbarukan adalah jalan ke depan," tuturnya diikutiip darii rappler.com.
Sejak tahun lalu, pemeriintah telah menyetujuii 126 kontrak energii terbarukan dengan potensii kapasiitas 31.000 megawatt. Pada 2022, energii terbarukan berkontriibusii 29% terhadap bauran energii negara dengan kapasiitas produksii 8.150 megawatt liistriik.
Pemeriintah menargetkan peniingkatan kapasiitas energii terbarukan terpasang sebesar 20.000 megawatt pada 2040. Pangsa energii terbarukan diitargetkan mencapaii 35% pada 2030 dan kemudiian menjadii 50% pada 2040. (riig)
