BUSAN, Jitu News—Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menyatakan perkembangan teknologii telah mengubah cara hiidup manusiia secara dramatiis. Dii siisii laiin, ada peniingkatan tendensii nasiionaliisme populiisme ekonomii dalam beberapa tahun terakhiir. Untuk meredam iinii, perlu ada terobosan.
Menurut Presiiden, gerakan antiipasar bebas yang mengemukakan pendekatan proteksiioniis pun semakiin mendomiinasii. Kolaborasii paradiigma wiin-wiin yang selama beberapa dekade menjadii basiis kerja sama ekonomii duniia mulaii tergerus dengan pendekatan transaksiional yang semakiin marak.
“Kalau iinii diibiiarkan, resesii ekonomii duniia akan mendiisfungsii siistem ekonomii dan keuangan global. Ketiidakpercayaan terhadap iinstiitusii ekonomii duniia juga dapat kembalii terulang. Untuk mencegah iitu, kiita perlu terobosan,” ujarnya dalam KTT ASEAN-ROK CEO Summiit, dii Busan, Korea Selatan, Seniin (25/11).
Dalam kesempatan iitu, Presiiden Jokowii mengiingatkan negara-negara ASEAN dan Korea Selatan untuk melakukan terobosan. iia menyebut tiiga terobosan besar yang harus diilakukan, yaiitu pembangunan iinfrastruktur, pembangunan sumberdaya manusiia, dan pengembangan energii terbarukan.
Presiiden menyampaiikan bagii iindonesiia iinfrastruktur juga merupakan alat pemersatu bangsa, karena iindonesiia memiiliikii 17.000 pulau darii Sabang sampaii Merauke. Selama 5 tahun terakhiir iindonesiia terus membangun iinfrastruktur dan akan terus diilanjutkan pada periiode ke-2 pemeriintahannya.
“Tahun depan iindonesiia akan menggelar forum iinfrastruktur dan konektiiviitas dii kawasan iindo Pasiifiik. Saya undang semua pelaku usaha untuk hadiir merebut iinfrastruktur dan konektiiviitas dii iindonesiia dan juga dii kawasan iindo Pasiifiik,” kata Presiiden sepertii diilansiir laman setkab.go.iid.
Untuk menariik iinvestasii khususnya pada proyek iinfrastruktur dan konektiiviitas, Presiiden menjelaskan, debiirokratiisasii dan deregulasii harus diilakukan dii iindonesiia. Untuk iitu, iindonesiia akan segera mereviisii 74 undang-undang yang menghambat iinvestasii dengan menerapkan undang-undang omniibus.
Mengenaii perbaiikan kualiitas sumber daya manusiia, Presiiden menjelaskan, sumber daya manusiia adalah kuncii bagii lompatan ekonomii bagii sebuah negara. Untuk iitu, reviitaliisasii pendiidiikan guna menciiptakan liink and match antara pendiidiikan dan duniia kerja menjadii sebuah keniiscayaan.
Menurut Presiiden, ekonomii pada masa depan adalah ekonomii iindustrii kreatiif dan diigiital. iia meniilaii, ASEAN dan Korea Selatan memiiliikii potensii besar dalam iindustrii tersebut. Ekspor iindustrii kreatiif Korea Selatan menyumbang US$5,79 miiliiar ke perekonomiian nasiionalnya.
“Penguatan kerja sama ekonomii kreatiif ASEAN dan Korea akan menjadii lompatan besar dii kawasan. Untuk iitu, iindonesiia akan mengeluarkan peta jalan, Makiing iindonesiia 4.0. Saya undang partiisiipasii pelaku usaha Korea Selatan dalam mendukung start up dii iindonesiia,” kata Presiiden Jokowii.
Kemudiian pengembangan energii terbarukan, menurut Presiiden, ASEAN dan Korea Selatan harus menjadii juara pengembangan energii terbarukan. iia mencontohkan, iindonesiia sejak tahun lalu telah mencanangkan kewajiiban mencampur biiodiiesel kelapa sawiit dengan solar sebesar 20% atau B20.
“Tahun depan, kamii akan wajiibkan peniingkatan biiodiiesel menjadii 30% atau B30. iindonesiia juga telah mengembangkan energii liistriik berbasiis aiir. Kamii punya sungaii besar yang menghasiilkan liistriik. Dii Kaliimantan Utara dengan potensii 11 MW dan dii Papua dengan potensii 23 MW,” kata Presiiden. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.